SUARA BANDUNG - Rumor mengatakan bahwa Erick Thohir dirujak, Buro Happold angkat bicara tentang desain JIS sesuai FIFA.
Dirujaknya Erick Thohir terkait JIS hingga pernyataan Buro Happold terhadap standar FIFA tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Kopi Politik pada hari Rabu (12/7/2023).
Dengan judul,"ERICK THOHIR PUCAT PASI !! BURO HAPPOLD BONGKAR DESAIN JIS STANDAR FIFA,"
Serta kalimat keterangan pada sampul video berbunyi,"Erick Thohir Dirujak, Buro Happold Angkat Bicara tentang Desain JIS."
Apakah rumor itu benar? Cek penelusuran fakta dari tim bandung.suara.com berikut ini.
Cek Fakta
Video berdurasi 7 menit, 26 dtik tersebut diawali dengan suara narator yang menyebutkan JIS sudah sesuai standar FIFA, setara dengan stadion Tottenham Hotspur.
Lantas diberikan cuplikan video pendapat beberapa orang yang mengkritisi pernyataan Ketum PSSI Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljo, terkait rumput JIS yang tidak standar FIFA.
Lantas ada pula pernyataan Erick Thohir tentang penetuan lapangan standar FIFA, hingga pernyataan perwakilan Buro Happold memastikan JIS sudah sesuai standar FIFA.
Setelah itu, 'perang' opini dan fakta yang berlangsung di media sosial oleh para warganet juga diinformasikan terkait polemik tersebut.
Kesimpulan
Dari informasi kanal YouTube Kopi Politik di atas berisi beberapa pendapat dan polemik dari JIS tak sesuai standar FIFA.
Bahkan, berdasarkan pernyataan resmi Buro Happold terkait desain JIS, jelas pihak mereka menyatakan jika pihak mereka tidak diminta untuk mendesai JIS.
Buro Happold hanya diminta memberikan panduan desain dan jasa konsultasi JIS dalam rentan waktu antara bulan Desember 2018 hingga Maret 2019, oleh Jakpro.
Terkait penyelesain konstruksi dan desain JIS final, Buro Happold lantas diminta kembali untuk meninjaunya, namun ternyata ada beberapa aspek yang dibangun tak sesuai panduan original mereka yang sedari awal disesuaikan dengan standar FIFA.
Berita Terkait
-
Polemik Masih Berlangsung, Angga Putra Fidrian: Persija Mengajukan JIS sebagai Homebase Ditolak PSSI, tapi Kanjuruhan Bisa
-
6 Pemain Keturunan Ikut TC sebagai Seleksi Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti Ungkap Kriteria Lolos Tim Inti
-
34 Pemain Baru Diundang Bima Sakti untuk Seleksi Timnas Indonesia U-17, Ternyata Banyak Pemain Keturunan
-
FC Barcelona dan Atletico Madrid Pernah Bermain di JIS, Juru Bicara Anies Baswedan: Mereka Memuji Lapangannya
-
JIS Renovasi Karena Adanya Unsur Politik? Erick Thohir Tegaskan Stadion Milik Indonesia!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Review My Perfect Stranger, Ajak Penonton Renungi Takdir Lewat Time Travel
-
Stok Beras Aceh Tembus 123 Ribu Ton, Bulog Pastikan Aman hingga Awal 2027
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi