SUARA BANDUNG - Asnawi Mangkualam bercerita awal mula dirinya berkarier di Jeonnam Dragons, ternyata ada campur tangan Shin Tae Yong.
Blak-blakan, diakui Asnawi Mangkualam, ia tidak memikirkan perihal gaji yang lebih kecil saat mendapat tawaran dari Jeonnam Dragons. Meskipun Shin Tae Yong sudah pernah memperingatinya.
Dikatakan Asnawi Mangkualam, bermain di luar negeri merupakan salah satu cita-citanya. Oleh karena itu, ketika pihak Jeonnam Dragons menghubunginya, kapten Timnas Indonesia andalan Shin Tae Yong itu tak perlu berpikir panjang dan menerima.
Asnawi Mangkualam juga menyebut jika berkarier di luar negeri bagi pesepakbola Indonesia terhitung jarang, jadi anak asuh Shin Tae Yong itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya.
"Alasannya karena susah mendapat kesempatan. Kan memang pemain Indonesia buat dapat kesempatan bisa bermain ke luar," kata Asnawi Mangkualam di kutip dari kanal YouTube Sport77 Official, Jumat (15/9/2023).
Ia juga menyebut sebenarnya banyak yang telah melewatkan kesempatan itu, dikarenakan tak cocok dengan jumlah gaji yang didapatkan.
"Ada yang dapat kesempatan tapi masalah gaji dan lain-lain. Sedangkan aku dapat kesempatan, ya kenapa enggak. Cita-cita dari kecil, telat memang, 2020 baru dapat ke sana, itu ngambil aja langsung. Nggak ada mikir-mikir soal gaji," kata dia.
Asnawi juga menegaskan bahkan sebelum resmi ia menadatangani kontraknya bersama Jeonnam Dragons, Shin Tae Yong sudah menegaskan perihal gaji kepadanya.
"Makanya, Coach Shin juga kan nelfon juga, terus katanya,'emang yakin mau pergi ke sana? Gajinya segini'. Nggak papa Coach, bantu aja," ungkapnya.(*)
Baca Juga: Fuji Kode Mau Pacari Pesepakbola, Usai Disebut Dekat dengan Asnawi Mangkualam
Berita Terkait
-
Fuji Kode Mau Pacari Pesepakbola, Usai Disebut Dekat dengan Asnawi Mangkualam
-
Perkara Indra Sjafri Minta Pemain untuk Timnas Indonesia di Asian Games, Dibandingkan dengan Shin Tae Yong: Giliran Cedera, Klub Nggak Bisa Pakai
-
Coach Justin Bongkar Strategi Jitu Shin Tae Yong Arsiteki Timnas Indonesia: Ini yang Sering Jadi Makanan Haters
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka