SUARA BANDUNG - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, mengabulkan permintaan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong yang pernah dikeluhkan beberapa waktu lalu.
Diketahui, permintaan dari Shin Tae Yong adalah pembangunan fasilitas penunjang pemain Timnas Indonesia atau training center. Saat ini PSSI memang belum memiliki fasilitas latihan sendiri.
Bahkan, Shin Tae Yong blak-blakan menyebut, pemain Timnas Indonesia kurang latihan karena tidak ada tempat latihan milik PSSI.
"Saya lihat kalian (pemain Timnas) itu kurang latihan, nah untuk ini saya minta ke Pak Ketum bahwa seharusnya Indonesia memiliki training center," ucap STY, seperti dikutip dari akun Instagram @tribungaruda, (23/9/2023).
Dalam rangka pembangunan Ibu Kota Nusantara, Pemerintah memfasilitasi PSSI untuk membangun pusat Latihan di sana. Jokowi juga yakin, dengan adanya fasilitas training center, Timnas makin mendunia.
"Saya yakin sepak bola Indonesia dengan adanya National Training Center ini jika didukung manajemen yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, serta kecintaan besar masyarakat besar terhadap sepak bola, saya yakin, saya optimistis akan mampu membawa dan menyaksikan Garuda kita. Timnas kita tidak hanya juara di Asia Tenggara tetapi akan segera mendunia," ucap Jokowi, dikutip dari laman setneg.go.id, (23/9/2023).
Peletakan batu pertama TC Timnas Indonesia juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo dan Ketum PSSI.
Dengan demikian, permintaan STY terkabulkan, tempat latihan milik PSSI segera hadir di IKN.(*)
Baca Juga: Polisi Periksa Pengelola Panti Asuhan di Medan Tuntungan, Diduga Eksploitasi Anak Lewat Live TikTok
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?