SUARA BANDUNG - Bagi pecinta sepak bola, 1 Oktober menjadi pengingat yang memilukan.
Bagaimana tidak, tepat satu tahun yang lalu tragedi kelam menimpa sepakbola tanah air hingga merenggut 135 korban jiwa.
Tragedi itu terjadi usai mempertemukan tuan rumah Arema dengan tamunya Persibaya.
Diketahui, dua klub tersebut merupakan rival klasik dalam kancah sepak bola Indonesia.
Namun, hilangnya 135 jiwa bukan disebabkan oleh bentrok antar suporter, melainkan keadaan tidak kondusif (berdesak-desakan, terinjak, sesak nafas, dsb.) yang dipicu oleh tembakan gas air mata oleh aparat keamanan.
Faktor keamanan dan kelengkapan fasilitas stadion pun mendapat evaluasi serius usai tradegi ini.
Siapa sangka, mereka yang berangkat ke stadion karena ingin menyaksikan laga tim kesayangannya harus berakhir dengan tidak pernah kembali ke rumahnya. 135 orang itu pergi untuk selamanya.
Berikutnya, masih ingat kejadian usai laga klasik Persija vs Persib, Sabtu (2/9/2023) lalu?
Peristiwa itu pun memperpanjang catatan buruk dalam sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Megawati Bingung Ada Isu Ganjar Duet dengan Prabowo: Aku di Rumah Melamun Saja!
Laga yang selalu menyuguhkan tensi tinggi, sejatinya dapat dinanti sebagai momentum perbaikan hubungan antar pendukung dalam upaya transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Malang.
Di tengah ramainya kampanye damai antar pendukung sepak bola, perbaikan pola hubungan dan komunikasi antara supporter dengan manajemen, pendukung Persija (Jakmania) justru seperti tertampar di rumahnya sendiri.
Bentrokan terjadi bukan hanya antar sesama pendukung Persija, pedagang pun jadi sasaran kekerasan dalam aksi tersebut.
Lebih parahnya lagi, aksi kekerasan yang dilakukan para supporter ini diwarnai dengan teriakan provokatif.
"Matiin, matiin! Habisin, habisin!", ucap salah satu supporter dalam unggahan video oleh akun Twitter @ohdaishyy (3/9/2023).
Tampak dalam video tersebut ada seorang penonton yang dikeroyok dan menjadi sasaran amuk supporter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Sejarah Stasiun Bekasi Timur, Lokasi Kecelakaan Kereta KRL vs KA Argo Bromo Anggrek
-
Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis Mei 2026, Bawa Baterai 6.000mAh dan Fast Charging 60W
-
Tayang 2 Mei, PV My Hero Academia "More" Sorot Reuni Class 1-A Versi Dewasa
-
Setahun Cuma Setor Rp500 Juta, DPRD Samarinda Pertanyakan Bagi Hasil Varia Niaga
-
Petaka untuk Timnas Indonesia? Setelah Ole Romeny, 2 Bintang Juga Terancam Degradasi!
-
Link Download Logo Hari Pendidikan Nasional 2026 Kemendikdasmen dan Maknanya
-
Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia
-
Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Media China Ungkap Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Hybrid, Dua Raksasa Global Jadi Kunci
-
Sempat Ragu di Awal, Sahabat Syifa Hadju Ini Minta Maaf ke El Rumi di Hari Pernikahan