SuaraBandungBarat.id - Aktivis Batak Bersatu Irma Hutabarat hampir meneteskan air mata saat menceritakan kondisi ibunda Brigadir Novryansah Yoshua Hutabarat.
Irma mengungkapkan bahwa tidak banyak yang diceritakan ibu Brigadir J saat ditemuinya di Jambi beberapa waktu lalu.
"Saya itu memeluk dia waktu pergi ke Jambi, yang dia bilang itu cuma 'Mana tanggung jawabmu Putri, mana?' tapi selama 48 hari ini, nggak ada sedikit pun rasa empati," kata Irma Hutabarat.
Dia pun sempat menyentil Putri Candrawathi sebagai orang yang diketahui sangat menyayangi Brigadir J semasa hidup, dan sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
Bahkan, sempat beredar foto saat Brigadir J dengan telaten menyetrika seragam sekolah anak-anak Ferdy Sambo yang menuai pujian dari Putri Candrawathi saat almarhum masih hidup.
"Putri Sambo itu bukan orang bodoh, dia dokter gigi, dia nyonya jenderal bintang 2, dia tahu soal hukum! Dia tahu konsekuensinya, jadi nggak perlu diajarin soal itu. Sekarang cuman hatinya aja," tutur Irma Hutabarat.
"Terketuk nggak hatinya itu? kalau saya bilang sih dia tidak punya hati sebagai seorang ibu, dan dia sama sekali tidak mampu merasakan empati terhadap mamanya Yoshua yang menangis sampai habis air matanya," ucapnya menambahkan.
Tidak hanya Putri Candrawathi, Irma Hutabarat juga menyentil bagaimana Polri hingga anggota DPR di Parlemen juga bungkam soal nasib keluarga Brigadir J.
"Kepolisian tidak minta maaf, Putri Sambo tidak bicara apa-apa," ucapnya.
Baca Juga: 9 Potret Yook Sungjae di Golden Spoon, Drama Baru yang Bakal Tayang Bulan Depan
"Ini orang sudah mati loh, nggak ada yang lebih menyakitkan dari seorang ibu daripada kematian anaknya, anak laki-lakinya," kata Irma Hutabarat
Irma juga menyentil bagaimana saat rapat dengan pihak-pihak terkait kasus kematian Brigadir J, anggota DPR tidak ada yang mempertanyakan nasib keluarga ajudan Putri Candrawathi itu.
"Jadi saya juga capek ngomongin ini, parlemen kemarin bersidang tidak ada satu pun yang nanya, tidak ada satu pun yang peduli apa yang terjadi dengan keluarga Yoshua," kata Irma Hutabarat.
"Bagaimana keadaan ibunya, bagaimana keadaan bapaknya, mereka itu orang miskin, gajinya itu cuman Rp600.000 dibayar setiap 3 bulan," ujarnya.
"Setiap hari menangisi anaknya, dipermainkan. Saya tanya, wakil rakyat yang terhormat ada nggak yang menanyakan soal keluarga Yoshua? Nggak ada. Sama sekali nggak ada," ucapnya
Lebih lanjut, Irma Hutabarat juga menekankan bahwa orang yang paling menderita dari kasus ini adalah ibunda Brigadir J.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural