SuaraBandungBarat.id - Bulan kemerdekaan sudah di penghujung waktu, bulan Agustus di maknai sebagai bulan kemerdekaan oleh masyarakat Indonesia.
Diusia senjanya, Hasiholan Josia Purba Tondang (95) hanya bisa terduduk di kursi roda. Sambil menikmati sore melihat lalu lalang kendaraan di Komplek Kodam, Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Josia merupakan veteran perang kemerdekaan. Ia menjadi satu-satunya veteran yang masih hidup di lingkungan kompleknya.
Meski tidak terlibat peperangan secara langsung, Josia menceritakan, mendengar bredelan tembakan dan letusan meriam sudah menjadi kesehariannya.
Saat, melawan penjajah, Josia bergerilya keluar-masuk hutan di wilayah Sumatera Utara.
Saat itu, Josia ditempatkan sebagai bantuan tempur. Ia bertugas mengolah logistik menjadi bahan matang. Atau bisa dibilang, Josia merupakan koki para prajurit.
Tugasnya saat itu tidak terlalu rumit, namun bukan berati terlepas dari risiko terkena tembakan.
"Saya kadang ke kepala kampung, minta beras untuk prajurit. Tapi gak bisa sembarangan harus ada surat perintah dari komandan," kata Josia saat ditemui di kediamannya, Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022).
Josia juga mengakui pada saat itu, tidak jarang harus mencuri buah dari kebun warga, saat mereka pindah untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.
Baca Juga: Tolak Usul BNPT Soal Pinjaman Luar Negeri, Komisi III DPR: Itu Tidak Boleh, Tidak Nasionalis
Perlakuan ini terpaksa di lakukannya karena pada waktu itu makanan amat sulit, masyarakat terfokus dalam mempertahankan keselamatan jiwanya.
"Saat itu saya juga sering curi buah milik warga yang mengungsi untuk makan para prajurit," ungkapnya.
Josia mengatakan, ia tergabung dengan relawan pengusir penjajah secara sukarela. Tidak pernah ada paksaan saat ia memutuskan untuk bergabung.
"Saya sukarela. Saat itu semua rakyat berbondong-bondong secara sukarela mau bergabung. Karena semua ingin merdeka," pungkasnya
Sumber : SuaraJakarta.id
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini