SuaraBandungBarat.id - Kebanyakan orangtua kadang bingung bagaimana cara berkomunikasi dengan anak di usia-usia tertentu.
Terkadang saat berbicara dengan anak, orang tua jarang berpikir matang-matang apa dan bagaimana mereka mengatakannya.
Meskipun satu kata yang salah tidak hanya melukai harga diri anak yang rapuh, itu juga dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan mentalnya.
Berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh Anda katakan kepada seorang anak dalam keadaan apa pun.
Berikut adalah 5 kata-kata orang tua yang dapat menyebabkan rasa tidak aman dan merusak kehidupan anak sepenuhnya.
Ibu, ayah, nenek, dan kakek! Tolong, ingatlah untuk tidak pernah menggunakan ini!
1. "Kamu tidak bisa melakukan apa-apa!"
Frasa ini akan membuat anak Anda ingin menyerah bahkan sebelum mencoba! Mengapa dia berusaha jika itu tidak akan memberikan hasil apa pun?
Kesadaran bahwa bahkan orang terdekat mereka tidak percaya pada mereka dapat menghancurkan mental anak! Frasa ini benar-benar tabu!
Baca Juga: Sempat Tak Sadarkan Diri, Kondisi Kiper Timnas Indonesia U-20 Cahya Supriadi Membaik
2. "Kenapa kamu tidak bisa normal saja, seperti anak-anak lain..."
Jangan pernah membandingkan anak Anda dengan saudara kandungnya, teman sebayanya, atau orang lain dalam hal ini.
Hal itu dapat membuat anak menjadi lebih dalam, mulai meragukan kasih sayang orang tua, dan bahkan mulai membalas dendam pada orang yang Anda puji.
3. "Tapi itu sangat mudah!"
Dengan memberi tahu anak Anda betapa mudahnya menjahit kancing atau belajar mengendarai sepeda, Anda secara efektif memberi tahu anak Anda bahwa Anda menganggap mereka tidak terampil.
Menurut Anda apa yang akan terjadi dengan harga diri anak itu? Lebih baik memuji putra atau putri Anda untuk pencapaian baru!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim