Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat mengantar korban keracunan MBG di Bandara Kualanamu. [dok Diskominfo Sumut]
  • Dua korban keracunan MBG di Karo diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu (12/9/2026) untuk penanganan trauma psikologis berat.
  • Gubsu Bobby Nasution menyatakan tindakan khusus ini dilakukan atas instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Bobby meminta publik menghentikan komentar negatif di media sosial agar pemulihan mental korban berjalan optimal.

Suara.com - Dua korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, dibawa ke Jakarta untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Keputusan itu diambil setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan khusus terhadap siswa yang mengalami trauma psikologis lebih berat dibanding korban lainnya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan secara medis kondisi para siswa sebenarnya telah ditangani tim dokter di Sumatera Utara. Namun, dua siswa itu dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi psikologis yang lebih berat.

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby usai melepas keberangkatan kedua siswa itu ke Jakarta itu di Bandara Kuala Namu, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Bobby, tim dokter dari Sumut juga turut mendampingi proses perawatan kedua siswa tersebut di Jakarta.

Ia menegaskan proses pemulihan korban tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis anak-anak yang terdampak.

Karena itu, Bobby meminta masyarakat dan media turut mendukung proses pemulihan dengan tidak memberikan tekanan tambahan kepada para siswa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.

"Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” ujarnya.

Bobby mengaku tim medis telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Ia berharap publik juga dapat menahan diri agar proses penyembuhan para korban berjalan optimal.

"Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” katanya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com