SuaraBandungBarat.id - Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI P Bambang Wuryanto murka saat namanya disebut pengacara Kamaruddin Simanjuntak terkait kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Dalam bantahanannya Bambang mengatakan jika pengacara Kamaruddin bicara hal yang spekulatif.
"Hari ini terlalu banyak orang bicara yang sifatnya spekulatif. Jadi sesuai dengan dia punya pikiran. Apakah spekulatif nggak boleh? Boleh, supaya tidak spekulatif, konfirmasi ke data, cari bukti. Baru ketemu, baru speech," kata Bambang di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).
"Tapi nggak boleh to kalau menyebut nama orang masih spekulatif," sambungnya.
Bambang pun mengungkapkan jika namanya disebut oleh Kamaruddin saat bicara di salah satu kanal YouTube. dan menduga dikaitkan dengan kasus Ferdy Sambo dan disebut-sebut melobi Mensesneg Pratikno karena sama-sama alumni UGM.
"Hanya karena Bambang dari UGM, kemudian Pak Mensesneg sama-sama dari UGM, langsung dikaitkan," ujarnya.
Lebih Lanjut ia pun mengatakan kasus Sambo diproses secara hukum. Dia menyatakan kasus itu tak berkaitan dengan politik.
"Faktanya, untuk melobi untuk kepentingan apa, kan spekulatif. Urusan Pak Sambo? Urusan apa. Orang udah clear itu urusan hukum kok, geser-geser ke urusan politik," ujarnya.
Bambang Pacul menegaskan yang Kamaruddin bersifat spekulatif. Dia mengingatkan Kamaruddin sebagai pengacara keluarga Brigadir J harusnya berbicara dengan data yang kuat bukan menebar spekulasi.
Baca Juga: Drama Ikatan Cinta: Berubah Pikiran! Nino Kembali Cari Keberadaan Siena, Hal Ini Akan Dilakukannya
"Seratus persen itu adalah spekulasi si pengacara itu. Saya itu sebetulnya ndak perlu bantah, apa yang mau dibantah? Kalau seorang profesi pengacara nggak perlu spekulatif. Coba, kalau seorang dokter spekulatif, kan payah. Pakai analisis yang tajam dong," katanya.
Dia menyarankan Kamaruddin tak bicara hal-hal yang masih belum jelas ke publik. Menurutnya, hal itu bakal membuat kegaduhan.
"Jadi sebaiknya, kalau bicara, janganlah terlalu spekulatif. Itu hanya membuat kegaduhan yang tidak perlu. Sekali lagi saya tegaskan, hal-hal yang bentuknya spekulatif tidak usah diomongkan ke publik, itu akan membuat kegaduhan yang tidak perlu. Energi kita untuk bicara-bicara yang tidak perlu," katanya.
Sumber : Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah, Penyempurna Ibadah sekaligus Mohon Ampunan
-
3 Rekomendasi Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2026
-
AFC Anulir Dua Kemenangan, Malaysia Tak Bisa Ikuti Jejak Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Promo Daging Superindo Jelang Lebaran, Diskon Gila-gilaan Harga Mulai Rp5 Ribuan
-
Bazaaar Parfum Hemat Spesial dari Superindo Mulai Rp12.000
-
"War Uang Baru" Jelang Lebaran: Tradisi Sensasional atau Cara Berbagi Kebahagiaan?
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Spiritual Burnout: Saat Semangat Ibadah Meredup di Ujung Ramadan
-
Malam Takbiran Idulfitri NU Tanggal Berapa? Cek Perkiraan Hari Lebaran 2026