Bisnis / Keuangan
Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah 13 poin ke level Rp17.738 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi, 17 Juni 2026.
  • Pelemahan terjadi karena investor bersikap wait and see terhadap kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran serta pertemuan FOMC.
  • Pergerakan mata uang di Asia tercatat bervariasi dengan won Korea Selatan mengalami pelemahan terdalam dibandingkan mata uang regional lainnya.

Suara.com - Rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu pagi, (17/6/2026). Pelemahan ini membuat mata uang Garuda masuk zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 17.738 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 13 poin atau 0,07 persen dari pekan sebelumnya yang ada di Rp 17.708 per dolar AS.

Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dengan adanya sentimen dari dalam eksternal.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, dengan potensi melemah atau menguat terbatas," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, saat ini investor cenderung menunggu kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Tentunya sentimen ini bisa membuat rupiah melemah.

"Investor cenderung wait and see kepastian kesepakatan AS-Iran secara resmi serta antisipasi pertemuan FOMC malam ini. Range 17700-17800," jelasnya.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,32 persen.

Selanjutnya, ada baht Thailand yang terkoreksi 0,03 persen dan ringgit Malaysia turun 0,005 persen. Disusul, yuan China yang tertekan 0,001 persen.

Kemudian ada dolar Taiwan yang terlihat stabil cenderung melemah tipis di perdagangan pagi ini.

Baca Juga: Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menanjak 0,05 persen. Lalu ada peso Filipina yang terkerek 0,04 persen.

Berikutnya, dolar Hong Kong yang terangkat 0,02 persen dan dolar Singapura menguat tipis 0,016 persen terhadap the greenback.

Load More