SuaraBandungBarat.id- Pemerintah harus mengawasi lebih ketat penggunaan bahan baku obat sirop impor yang digunakan oleh industri farmasi di Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar obat yang beredar di tengah masyarakat aman dikonsumsi.
Guru Besar Farmasi UGM, Zullies Ikawati mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi saat ini di Indonesia. Salahsatunya adalah lemahnya pengawasan kualitas bahan baku yang didatangkan dari luar negeri.
“Jika dilokalisir dari faktor obat kemungkinan ada perubahan sumber bahan baku atau yang berbeda begitu,” katanya seperti dikutip dari YouTube KompasTV, Minggu (23/10/2022).
Ia menambahkan, seharusnya ada kontrol kualitas bahan baku yang dilakukan terhadap industri farmasi. Dengan begitu, ada upaya nyata untuk memastikan obat sirup tersebut aman dikonsumsi terutama oleh anak-anak.
“Kemudian ketika mungkin kurang ada control kualitas dari bahan baku tersebut sehingga tidak mengecek adanya cemaran. Misalnya dikroscek ke industri farmasi masing-masing yah. Maka mungkin ini bakal jadi masalah (kurang kontrol),” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya penurunan kualitas bahan baku pembuatan obat tersebut. Namun tidak dicek dengan baik sehingga berakibat pada formulasi tersebut melebihi ambang batas.
“Mungkin yang dulu masih aman kebetulan menggunakan bahan baku dari sumber tertentu. Ini misalnya ada perubahan tidak dicek atau kurang dicek kemudian digunakan dalam formulasi jadi melewati ambangnya dari ambang batas,” katanya.
Kemungkinan kedua, kata Zullies, perubahan kualitas obat sirup tersebut terjadi lantaran disebabkan saat proses penyimpanan dilakukan. Padahal sebelumnya obat tersebut normal dan memenuhi syarat.
“Ketika dipasarkan kemudian disimpan dalam kondisi tertentu misalnya, kemudian membuat menjadi terurai atau tidak stabil dalam penyimpanan sehingga kemudian meningkat atau kadar-kadar yang semula kecil menjadi bertambah. Itu juga menjadi kemungkkinan yang lain,” katanya.
Baca Juga: Netizen Sebut Perlakuan Rizky Billar ke Dindahauw Dulu, Beda Dibandingkan Bersama Lesti
Sementara itu, di bagian awal seharusnya analisis yang maksimal dilakukan dengan baik. Pasalnya, jika dilakukan pada produk akhir komponen tersebut sudah banyak tercampur obat atau bahan yang lain. Sehingga harus ada metodologi atau metode analisis yang akurat untuk memastikan mengukur secara kuantitatif.
“Sekali lagi kuantitatif, tidak hanya deteksi ada atau tidak. Tetapi jumlahnya berapa ini, untuk mengukur secara kuantitatif cemaran tersebut karena kalau itu masih dibawah ambang sebetulnya masih bisa diterima. Makanya kemaren BPOM sudah memeriksa, sebagian ada cemaran tapi masih dibawah ambang batas sehingga tidak ada masalah tetapi ada lima kemaren yang dirilis BPOM yang melebihi ambang batas,” tuturnya. (*)
Sumber: YouTube KompasTV
Berita Terkait
-
Buka Layanan Pengaduan Pasien Gagal Ginjal Akut Misterius, Peradi Padang Desak Kemenkes dan BPOM Bergerak Cepat
-
Terpopuler Kesehatan: Covid-19 Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Cara Pengobatan Gagal Ginjal Akut Misterius
-
Polri Diminta Usut Dugaan Pidana Impor Bahan Obat Sirup Pemicu Gagal Ginjal
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Gali Lubang Tutup Lubang, Istri Oknum Polisi Tipu Rekanan Rp500 Juta Demi Bayar Rentenir
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Tak Berhenti di Ibu Tiri, Ayah Kandung NS Kini Dibidik Polisi Atas Dugaan Penelantaran Anak
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Chat Sadis Terbongkar! Ayah NS Diduga Biarkan Anak Sakit: Biarin Aja, Tinggal Dimakamin
-
Ibu Tiri di Sukabumi Resmi Jadi Tersangka, Korban Diduga Disiksa Bertahun-tahun
-
Siap-siap Pulang Kampung! 40 Bus Mudik Gratis Pemkab Bogor Segera Diberangkatkan