SuaraBandungBarat.id - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea tanggapi ihwal dirinya yang dituding netizen sengaja giring opini untuk bela Ferdy Sambo.
Hotman Paris tegaskan dirinya tidak berniat untuk menggiring opini kemanapun.
Ia hanya memberikan analisa dua sisi berdasarkan teori hukum yang ada saat memberikan pernyataannya pada sebuah acara di TV One malam tadi.
"Banyak orang yang kurang paham atau kurang mengerti atas komentar saya dalam acara TV One tentang kasus Sambo," kata Hotman Paris dikutip dari Instagram @hotmanparisofficial, Rabu (2/11/2022).
"Mereka menganggap bahwa seolah-olah saya berpendapat bahwa seolah-olah sudah pasti bukan pasal 340 pembunuhan berencana," lanjutnya.
Lebih lanjut Hotman Paris menegaskan bahwa di acara tersebut ia hanya mengatakan ada dua kemungkinan yang bisa terjadi di kasus Ferdy Sambo.
Yakni kemungkinan pembunuhan berencana dan pembunuhan yang dilakukan secara spontan.
Ia kembali menegaskan dalam kasus Ferdy Sambo ini yang menjadi penentu adalah faktor keyakinan hakim.
"Tolong amati, saya hanya memberikan teori hukum bahwa faktor penentu di sini pada akhirnya adalah keyakinan hakim," tegas Hotman.
Baca Juga: Kamaruddin Sempat Heran Penyidik Takut Menerima Bukti yang Dimilikinya
Hotman Paris pun menyebut bahwa dasar analisa yang ia dapatkan adalah sesuai dengan BAP dari keterangan Bharada E dan Bripda RR.
Selanjutnya Hotman Paris meminta agar masyarakat menganalisa secara mendalam apa yang dia katakan sebenarnya.
"Saya tidak mengatakan sudah pasti bukan pembunuhan berencana, saya tidak mengatakan begitu, tolong Anda analisa secara mendalam" terang pengacara kondang ini.
"Saya hanya memberikan teori hukum, baik teori doktrin tulisan dari profesor yang sekarang adalah jadi wakil menteri kehakiman kita maupun tulisan dari seorang ahli hukum pidana di Belanda," tuturnya.
Secara tegas Hotman kembali menyebutkan bahwa yang dikatakan di acara TV One adalah analisa dari dua sisi.
Oleh karena itu diharapkan agar publik lebih memahami apa yang sebenarnya ia utarakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Samsung Galaxy A27 Muncul di Situs Resmi, Konfigurasi Memori Terungkap
-
5 Game Baru Bertarung di Medan Perang September 2026, Hindari GTA 6
-
Dana Cair, 77 Dapur MBG di Kepri Beroperasi Bertahap
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Tak Berizin, Dua Lokasi Pertambangan di Kampar Ditutup
-
Barang Diskon Belum Tentu Murah: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Label Promo?
-
Beda Lipstik Hanasui Biasa dan Boba: Cek Perbandingan Shade, Aroma, dan Harganya
-
TWS Under Rp500 Ribu yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik David GadgetIn
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Kurir Narkoba Kedok Nelayan Edarkan Sabu dari Malaysia, Ditangkap di Karimun