/
Jum'at, 09 Desember 2022 | 15:12 WIB
ILUSTRASI : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih saat meninjau sekoalh di wilayahnya (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat setidaknya ada 93 sekolah di Bandung Barat yang berada pada zona rawan bencana gempa sesar Lembang.

Jumlah sekolah tersebut terdiri dari 55 sekolah menengah pertama (SMP), 13 sekolah menengah atas (SMA), dan dua sekolah luar biasa (SLB).

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah menyiapkan peraturan daerah setingkat Perbup terkait  satuan pendidikan aman bencana (SPAB). 

"Pemda Bandung Barat menyiapkan aturan daerah tentang sekolah aman bencana guna mitigasi risiko gempa bumi dari sesar aktif Lembang," katanya, Jumat (9/12/2022).

Ia menjelaskan, melalui peraturan tersebut bakal menyiapkan standar operasional (SOP) bagi sekolah untuk menekan risiko bencana. Termasuk bencana gempa bumi dari sesar Lembang.
 
"Misalnya pembentukan tim penyelamat khusus serta SOP tatkala muncul bencana," katanya.

Ia menyebut, pembentukan SPAB tersebut dilakukan guna meminimalisir risiko adanya korban di lingkungan sekolah akibat bencana alam yakni gempa bumi.

"Aturan ini dibuat bertujuan untuk menekan risiko korban siswa dari sebuah tragedi bencana," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini penyusunan peraturan terkait SPAB tersebut mencapai 90 persen. Rencananya, draf tersebut rampung pada akhir tahun ini.

"Sebenarnya wacana pembuatan Perbup SPAB ini telah mencuat cukup lama, tatkala kita berdialog dengan Save the Children Indonesia tahun 2021," katanya.

Baca Juga: Arsenal Bungkam Lyon di Laga Pembuka Dubai Super Cup

Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendataan sekolah yang berada di bawah kewenangan Disdik KBB. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan penanganan yang maksimal.

"Data tersebut akan dijadikan bahan dasar kebijakan, terutama yang paling mendesak terkait dengan pemberian pemahaman mitigasi bencana bagi warga sekolah ," tuturnya. (*)

Load More