SuaraBandungBarat.id - Sering overthinking dimalam hari bukan sesuatu yang dilarang, sebenarnya hal itu wajar terjadi bagi seorang yang mulai beranjak dewasa atau bahkan orang dewasa sekalipun masih tetap overthinking. Fenomena kewajaran ini cukup menguras tenaga, dan fikiran. Banyak dari golongan ini sering terkena penyakit atau terlihat pucat, lesu dan lainnya.
Dilansir dari hallosehat.com ada beberapa bahan makanan dan minuman yang bisa kamu konsumsi agar terjaga Kesehatan, Untuk kamu yang termasuk kedalam golongan overthinking, simak baik-baik agar kamu tetap sehat dan bugar.
1. Makan sayuran hijau
Sayuran hijau dan berdaun kaya akan vitamin yang membantu Anda menjaga diet seimbang dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Menurut sebuah peercobaan yang dilakukan pada tikus, makan sayuran criciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kol, dapat membantu mengirimkan sinyal kimia ke tubuh yang meningkatkan protein pada permukaan sel yang diperlukan untuk membuat kerja sistem kekebalan tubuh lebih optimal.
Dalam penelitian ini, tikus sehat yang tidak makan sayuran hijau mengalami penurunan potein permukaan sel sebesar 70-80 persen.
2. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gejala seperti pertumbuhan tulang yang buruk, masalah jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Makanan yang mengandung sumber vitamin D terbaik antara lain kuning telur, jamur, ikan salmon, ikan tuna, dan hati sapi. Anda juga bisa membeli suplemen vitamin D dan pilih yang mengandung D3 (cholecalciferol), karena ini baik dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah Anda. Namun sebelum mengnsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.
Baca Juga: Momen Ria Ricis Memohon Buat Dihargai Usai Tuai Kritik Jadi Sorotan, Sebaiknya Bagaimana?
3. Olahraga rutin
Tetap aktif dengan melakukan olahraga secara rutin. Anda bisa mulai dengan olahraga yang ringan seperti berjalan kaki. Olahraga dengan teratur bisa membuat Anda bugar dan langsing.
Selain itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa olahraga teratur dapat mencegah peradangan dan penyakit kronis, mengurangi stres, serta mempercepat peredaran sel darah putih dalam melawan penyakit.
Dan coba lakukan olahraga ringan seperti peregangan pada tubuh anda di waktu fajar sehabis shubuh seperti pada pukul 04.00 atau 05.00
4. Minum teh hijau
Teh hijau telah dikaitkan dengan kesehatan yang baik. Manfaat kesehatan teh hijau mungkin karena tingginya tingkat antioksidan, yang disebut flavonoid. Sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Maka itu, karena mudah untuk dilakukan cara menjaga kesehatan tubuh yang satu ini sudah banyak dilakukan.
5. Tidur yang cukup
Tidur yang cukup merupakan salah satu kunci dari kekebalan tubuh yang kuat. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang tidur minimal delapan jam setiap malam selama dua minggu menunjukkan bahwa tubuh lebih kebal dari serangan virus dan kuman bakteri. Sementara, orang yang kurang dari 6 jam setiap malam akan 4 kali lebih mudah mengalami flu karena virus dibandingkan orang yang tidur 7 jam atau lebih.
Hal ini disebabkan oleh sitokin yang dilepaskan tubuh selama tidur yang lama. Sitokin adalah sejenis protein yang membantu tubuh melawan infeksi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
6. Kelola stres Anda
Stres sudah terbukti dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat orang menjadi mudah terserang penyakit.
Kortisol membantu melawan peradangan dan penyakit. Pelepasan hormon secara konstan pada orang yang mengalami stres kronis ternyata dapat mengurangi kemampuan hormon tersebut.
Hal ini dapat mengakibatkan tubuh mengalami peradangan dan rentan terhadap penyakit. Jadi salah satu cara menjaga kesehatan tubuh yang tepat adalah dengan mengendalikan stres. Anda bisa coba lakukan latihan yoga atau meditasi untuk mengendalikan atau menghilangkan stres.
7. Bersosialisasi dengan orang disekitar
Rasa kesepian sering dikaitkan sebagai pemicu dari beberapa penyakit, terutama pada orang yang baru sembuh dari operasi jantung.
Penelitian yang diterbitkan dalam American Psychological Association menunjukkan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan stres, yang memperlambat respon kekebalan tubuh dan kemampuan untuk menyembuhkan dengan cepat. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
Terkini
-
Milk Cleanser Viva Bengkuang Digunakan Kapan? Ini Waktu dan Cara Pakainya
-
2 Tips Mengakali Salah Shade Bedak Padat Viva Cosmetics agar Tetap Terpakai
-
Halaman Terakhir di Musim Panas
-
Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR
-
Kecewa Hasil Audiensi, Relawan Ojol Kapok Bantu Aksi AMPB
-
Sindrom Cowok Bingung: Antara Tuntutan Maskulinitas dan Pelarian dari Kedewasaan
-
Hati-Hati! 5 Kebiasaan Kecil ini Bisa Bikin Kamu Mengalami Brain Rot
-
Ternyata Residivis, Ini Sosok Pemasok Sabu Revaldo yang Diciduk Polisi di GBK
-
Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah
-
Hormati sang Kakek, Ariel Tatum Ganti Nama Asli Menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini