- Rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.744 per dolar AS di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh aksi demonstrasi besar di Jakarta serta membaiknya data perekonomian Amerika Serikat.
- Sebagian besar mata uang Asia lainnya justru mencatatkan penguatan, sementara beberapa mata uang lain mengalami pelemahan.
Suara.com - Rupiah masih terpuruk terhadap dolar AS hingga akhir perdagangan, Kamis (27/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.744 per dolar AS melemah 19 poin atau turun 0,11 persen.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan aksi demo memang menjadi salah satu penyebab rupiah merosot hari ini.
"Sentimen domestik masih rapuh di tengah aksi demonstrasi besar yang berlangsung di Jakarta hari ini ikut menekan," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Selain itu, mata uang Garuda juga tertekan, karena perekonomian AS mulai membaik, disokong data-data ekonomi yang melonjak.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, seiring penguatan dolar AS sendiri setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan," bebernya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung menguat. Won Korea mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,47 persen. Disusul dolar Taiwan yang naik 0,40 persen.
Lalu, dolar Singapura naik 0,12 persen, baht Thailand menguat 0,05 persen. Diikuti yuan China menguat 0,03 persen dan dolar Hong Kong yang menguat 0,005 persen.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina melemah 0,34 persen, rupee India melemah 0,13 persen, yen Jepang melemah 0,006 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,005 persen terhadap dolar AS sore ini.