/
Kamis, 09 Maret 2023 | 21:10 WIB
ilustrasi unggas (pixabay.com/Danganhfoto)

SuaraBandungBarat.id- Pemkab Bandung Barat terus melakukan upaya antisipasi adanya penyebaran wabah  flu burung akibat virus Avian Influenza (AI) di wilayahnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dispernakan KBB Acep Rohimat mengatakan, Pemkab Bandung Barat bakal melakukan pengetatan terhadap lalu lintas unggas yang masuk ke wilayahnya.

"Unggas yang masuk dan ke luar KBB harus menyertakan surat keterangan sehat. Kita sudah terbitkan surat edaran untuk para camat terkait kewaspadaan virus AI," katanya, Kamis (9/3/2023).

Ia menambahkan, keluar masuk unggas di Kabupaten Bandung Barat wajib menyertakan surat keterangan bahwa unggas tersebut dalam keadaan sehat.

"Mayoritas pusat ternak unggas di KBB terletak di daerah selatan meliputi Kecamatan Cihampelas, Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, Rongga, dan Saguling. Untuk populasinya kurang lebih 2 juta ekor," katanya.

Ia menyebut, saat ini pihaknya gencar melakukan disinfektan, sterilisasi kandang dan pemberian vitamin pada unggas. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Upaya ini dinilai efektif menekan penyebaran flu burung dan Alhamdulillah hingga sekarang KBB belum ada laporan kasus. Intinya masyarakat jangan panik dan tetap menerapkan perilaku hidup sehat," katanya.

Ia menegaskan, saat ini para penyuluh peternakan dan para medis disiagakan selama 24 jam untuk menangani wabah flu burung di Kabupaten Bandung Barat.

"Apabila ada laporan terkait kasus kematian mendadak unggas dengan ciri-ciri jengger berwarna kebiruan dan demam, mereka bakal segera terjun ke lokasi," tandasnya. (*)

Baca Juga: 3.000 Warga Terdampak Banjir Bandang Lahat, Walhi Sumsel: Potret Kerusakan Lanskap Masif

Load More