/
Jum'at, 17 Maret 2023 | 10:21 WIB
Ilustrasi, materi khutbah Jumat tentang keutamaan akhlak dalam membangun kemajuan bangsa. (Pixabay dari Pexels)

Namun apa yang kita saksikan sekarang? Sudah berapa banyak pemuda generasi bangsa yang menjerumuskan dirinya ke dalam hal-hal yang bersifat negatif seperti narkoba, pembunuhan, pemerkosaan dan banyak keburukan lain. Untuk mengatasinya, marilah kita mulai dari komunitas yang terkecil seperti keluarga.

Allah Swt berfirman:

.(:6)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (Q.S. at-Tahrim:6)

Jika mayoritas penduduk tanah air ini peduli akan kebaikan keluarganya masing-masing dan menjaganya dari hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam neraka, maka niscaya generasi bangsa akan selamat dari hal-hal negatif, karena generasi bangsa adalah anak-anak kita sendiri yang kelak akan meneruskan perjuangan bangsa ini.

Namun, sungguh bukan hal yang mudah untuk memelihara putra putri kita dari gejolak zaman yang telah terkikis krisis akhlak ini.

Apalagi di zaman sekarang yaitu zaman yang haus akan harta dan tahta, kemaksiatan banyak terjadi di mana-mana dan sudah dianggap menjadi suatu hal yang lumrah. Na’udzubillahi min dzalik.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagai orang tua marilah kita mendidik anak sejak dini dengan akhlak yang baik karena karakter sudah mulai terbentuk sejak usia kanak-kanak.

Baca Juga: Tata Cara Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 2023 dan Doanya dalam Bahasa Indonesia Lengkap

Dengan terbentuknya karakter anak yang berakhlakul karimah, maka sudah pasti anak akan bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk baginya.

Secara otomatis ia dapat menyaring perilaku teman temannya. Begitu juga sebaliknya, jika anak tidak diajarkan akhlak yang baik, maka ia akan mudah terpengaruh oleh teman-temannya.

Sehingga ia akan dengan cepat menirukan perkataan dan perbuatan yang ia lihat tanpa menyaring terlebih dahulu apakah hal itu baik atau buruk baginya.

Di zaman sekarang banyak orang pintar, tetapi tidak berakhlak seperti para koruptor. Mereka berpendidikan tinggi, menyandang gelar, mempunyai jabatan tetapi tanpa rasa takut dan malu meraka melakukan hal yang dilarang oleh agama dan negara.

Jika para koruptor benar-benar mempunyai akhlak yang baik, niscaya ia tidak akan berani melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu, banyak ulama kuno yang mempunyai prinsip “adab berada di atas ilmu".

Load More