SuaraBandungBarat.id – Pada dasarnya, seks merupakan sebuah proses yang terjadi pada otak dari pada alat kelamin.
“Anda tidak dapat melakukan aktivitas seksual apabila tidak memiliki otak,” tutur Dr. Emily Nagoski, PhD., seorang edukator seks dan penulis buku mengenai edukasi seksual berjudul Come as You Are, dilansir dari kanal YouTube Big Think pada Rabu (19/04/2023).
Jika seseorang ingin memaksimalkan potensi seksual yang dimiliki agar mencapai kepuasan dalam aktivitas seksual dengan pasangan, maka perlu rangsangan pada otak.
Hal ini dapat dicapai dengan Dual Control Model of Sexual Response atau diterjemahkan sebagai Model Kontrol Ganda Respon Seksual, dikembangkan oleh Dr. Erick Janssen & Dr. John Bancroft pada akhir tahun 1990-an yang dijabarkan sebagai turning on the ons and turning off the offs atau menyalakan yang sepatutnya dan memadamkan yang sepatutnya.
Model ini terbagi menjadi dua, yaitu Sistem Gairah Seksual atau diibaratkan sebagai akselerator dan Sistem Penghambatan Seksual atau digambarkan sebagai rem.
Sistem pertama, akselerator dari pedal gas, yakni segala hal yang dilihat, didengar, dihirup, disentuh, dikecap, dan secara krusial, seluruh sensasi pada tubuh serta segala hal yang dipikirkan, dipercaya, atau dibayangkan.
Hal yang dapat mengaktivasi akselerator di antaranya tatapan pasangan, aroma pasangan, membaca buku mengenai seks, atau menonton adegan seksual.
Sistem kedua, rem, merupakan impuls penghambat, maksudnya memperhatikan seluruh alasan bagus untuk tidak mengaktifkan gairah seksual pada saat ini.
Ketika seseorang kesulitan dengan beberapa aspek respon seksual yang meliputi pleasure/kesenangan, desire/keinginan, arousal/gairah, dan orgasm/orgasme, hal tersebut tidak dipicu oleh rangsangan yang tidak memadai untuk menjadi akselerator, namun karena rangsangan yang berlebihan pada rem.
Baca Juga: Masyarakat Bisa Ketakutan, Panglima TNI Diminta Pertimbangkan Penggunaan Istilah 'Siaga Tempur'
Hal-hal tersebut tidak memiliki dampak apapun terhadap seks namun berdampak pada stres, gambaran tubuh, trauma, dan masalah dalam hubungan.
Sensasi dalam tubuh seseorang yang dipersepsikan sebagai sebagai kesenangan atau bukan, tergantung pada konteks seseorang tersebut mengalaminya.
Konteks tersebut bisa jadi kondisi eksternal dan internal.
Kondisi eksternal contohnya pintu kamar terkunci sehingga ia tahu bahwa mereka tidak akan terganggu ataupun menggunakan pakaian dalam yang seksi sehingga membuatnya merasa seksi.
Kondisi internal contohnya ketika seseorang merasa stres, murung, cemas, kesepian, dan memendam amarah.
Ada beberapa macam rangsangan yang membuat seseorang merasa luar biasa dan konteks lain membuat seseorang merasa seakan ingin meninju wajah orang lain, salah satu contohnya menggelitik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA