SUARA BANDUNG BARAT - Bagi banyak masyarakat Indonesia, mungkin sudah tidak asing atau justru sangat menunggu tradisi ini. Tradisi ini dikenal sebagai Tunjangan Hari Raya atau THR yang biasanya ada saat menjelang Idul Fitri.
Pada menjelang Idul Fitri, biasanya seorang atasan akan membagikan Tunjangan Hari Raya atau THR kepada karyawannya. Kabarnya, tradisi lebaran di Indonesia ini masih dilakukan hingga sekarang.
Namun, tahukah Anda seperti apa sejarah Tunjangan Hari Raya atau THR yang kini menjadi sebuah tradisi Idul Fitri di Indonesia?
Simak sejarah sebuah tradisi Idul Fitri di Indonesia, tentang Tunjangan Hari Raya alias THR, dikutip dari akun tiktok Griya Kule.
Sejarah THR di Indonesia
Tunjangan Hari Raya atau THR mulai diperkenalkan pada tahun 1950-an. Orang yang pertama kali memperkenalkan istilah THR adalah Perdana Menteri dari Partai Masyumi, yang bernama Sukiman Wirjo Sanjoyo.
Awalnya, THR hanya diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil atau PNS. Lalu sekitar tahun 1952, banyak pekerja swasta protes agar mendapat THR juga.
Sepanjang era tahun 1950-an, par pekerja swasta belum secara mutlak mendapatkan THR karena pada saat itu masih bersifat sukarela. Barulah, pada tahun 1960-an mulai diatur kewajiban perusahaan agar membayar THR pada masa hari raya, meski besarannya belum sepenuh gaji atau berkali lipatnya.
Kini, para PNS dan pegawai swasta telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau THR setiap tahunnya.
Baca Juga: Kejam, Ayah Tiri di Palembang Rampok Anak Gadis Sampai Babak Belur Dianiaya
Nah, itulah sejarah Tunjangan Hari Raya atau THR di Indonesia. Sebuah tradisi menjelang Idul Fitri di Indonesia. (*)
Sumber: akun tiktok Griya Kule
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati