SuaraBandungBarat.id- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat mencatat ribuan ruang kelas di wilayahnya mengalami kerusakan. Namun mayoritas ruang kelas tersebut mengalami rusak ringan dan sedang.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) KBB dan terdapat di Dapodik menyebut, kondisi ruang kelas SD rusak ringan (RR) sebanyak 1700, rusak sedang (RS) sebanyak 1151 dan rusak berat (RB) sebanyak 459.
Sementara itu, data ruang kelas SMP yang mengalami rusak ring (RR) 565, rusak sedang (RS) sebanyak 696 dan sekolah SMP yang mengalami rusak berat (RB) sebanyak 66.
Sekretaris Dinas Pendidikan KBB, Rustiyana mengatakan, pihaknya hingga saat ini terus berupaya melakukan perbaikan ruang kelas rusak yang ada di wilayahnya.
"Karena kelas yang kerusakannya lebih dari 80 persen maka tidak boleh digunakan karena khawatir bisa mencelakakan murid dan guru," katanya, Kamis (5/5/2023).
Ia menambahkan, sejauh ini kerusakan ruang kelas yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat bervariatif dari mulai ringan, sedang hingga rusak berat.
"Untuk penanganan ruang kelas yang mengalami rusak berat biasanya dirobohkan terlebih dahulu dan dibuatkan berita acaranya, kemudian dibangun baru," katanya.
"Kerusakan berat biasanya dikarenakan bangunan sudah tua dan lama tidak tersentuh perbaikan. Kerusakan ruang kelas itu dinamis dan datanya pasti akan terus berubah," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat dilakukan secara bertahap lantaran membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Baca Juga: 3 Daftar Aplikasi Pembuat Quotes Terbaik di Android, Kamu Wajib Download!
"Misalnya ada yang diperbaiki tapi ada juga yang rusak, jadi tidak bisa sekaligus penanganannya karena butuh anggaran besar," katanya.
Untuk saat ini, kata Rustiyana, Disdik Bandung Barat hanya mendapatkan alokasi bantuan untuk SD dari DAK sebesar Rp7 miliar dan jenjang SMP hanya Rp15 miliar.
"Perhitungannya untuk perbaikan ruang kelas yang RR dan RS anggarannya sekitar Rp100 juta, tapi untuk yang RB butuh anggaran Rp200 juta," tuturnya.
Ia menyebut, dengan anggaran perbaikan ruang kelas rusak yang terbatas tersebut membutuhkan waktu untuk menyelesaikan seluruh perbaikan ruang kelas yang ada di Bandung Barat.
"Anggaran perbaikan ruang kelas tahun ini dari bantuan pusat, provinsi, dan kabupaten paling bisa menangani kurang lebih ratusan kelas. Pastinya butuh waktu lama untuk bisa mengentaskan semua itu," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Dana 'Cekak' tapi Badak: SUV Penggerak Belakang Ini Tawarkan AC Dingin Sampai Belakang
-
5 Day Cream yang Mencerahkan Wajah, Bisa Dibeli di Indomaret Mulai Rp15 Ribuan
-
Belum Rilis, Pihak Produksi Lanjut Syuting Musim Kedua Serial Harry Potter
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
-
35 Ucapan Hari Ibu Sedunia Tanggal 10 Mei 2026 yang Penuh Haru
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
5 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Cek Sebelum Membeli
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang