/
Kamis, 11 Mei 2023 | 13:54 WIB
Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat saat ditemui belum lama ini (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat mengutuk keras aksi staycation yang terjadi terhadap buruh kontrak oleh oknum petinggi perusahaan di Cikarang Bekasi.

Ia mengatakan, praktek staycation yang dilakukan oleh oknum atasan di salah satu perusahaan di Cikarang tersebut kerap terjadi juga di wilayah lain.

"Terkait oknum perusahaan yang mensyaratkan staycation untuk perpanjangan kontrak di semua wilayah itu ada, termasuk mungkin di Bandung Barat," katanya, Kamis (11/5/2023).

Ia menambahkan, tidak sedikit korban staycation tersebut enggan angkat bicara terkait perlakuan pelecehan seksual yang diperolehnya.

 "Yang menjadi persoalan banyak pekerja perempuan yang enggan untuk mengadukan pelecehan yang dialaminya," katanya.

"Pelecehan itu bisa saja menimpa kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun masih lajang. Tapi, yang jadi pertanyaan mau gak dia melaporkan," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan sinergitas semua pihak agar peristiwa memilukan di dunia ketenagakerjaan tidak terjadi.

"Maka antara organisasi buruh dan Kepala Disnakertrans harus duduk bersama untuk menghadirkan solusi yang tepat dan efektif untuk melindungi buruh, khususnya kaum buruh perempuan," katanya.

"Pemerintah harus betul-betul kerja profesional bukan hanya diam, datang ke kantor dan duduk manis," imbuhnya.

Baca Juga: 5 Penyebab Batuk pada Anak yang Tak Kunjung Sembuh, Jangan Anggap Remeh!

Ia menegaskan,  Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat harus bergerak ekstrra melakukan monitoring dan meningkatkan pengawasan di lapangan.

"Jadi kerjaannya bukan cuma diam, ngobrol dan segala macamnya. Alhamdulillah, kalau laporan langsung di KBB belum dapat, tapi keyakinan saya pasti ada pelecehan seperti itu," pungkasnya. (*)

Load More