SUARABANDUNGBARAT - Pegasus, perangkat penyadap canggih buatan Israel, telah menjadi perhatian internasional karena penggunaannya yang kontroversial dalam membungkam demokrasi di berbagai negara.
Di Indonesia, beberapa lembaga penegak hukum diduga telah mengimpor perangkat zero click tersebut dengan cara yang tidak transparan.
Kisah penggunaan Pegasus dalam pembungkaman tersebut tidak terlupakan, seperti dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 di Istanbul, Turki.
Pemerintah Arab Saudi menggunakan Pegasus untuk meretas telepon Khashoggi dan pasangannya. Kisah serupa juga terjadi pada jurnalis dan aktivis di berbagai negara.
Pegasus, yang dikembangkan oleh perusahaan NSO Group di Israel, adalah perangkat lunak penyadap yang mampu meretas perangkat iPhone, Mac, Android, dan sistem operasi lainnya.
Metode operasinya yang dikenal sebagai zero click memungkinkannya untuk menyusup tanpa perlu klik dari pemilik perangkat.
Dengan Pegasus, pelaku dapat mengendalikan seluruh perangkat, mengakses data pribadi seperti email, foto, video, dan lokasi pengguna, serta mengaktifkan mikrofon dan kamera tanpa sepengetahuan pengguna.
Penggunaan Pegasus juga terdeteksi di Indonesia, di mana dua perangkat Pegasus milik perusahaan Q Cyber Technologies dari Israel diduga telah masuk pada Desember 2020.
Alat tersebut diperiksa oleh Bea Cukai namun dilewatkan tanpa penjelasan yang memadai.
Baca Juga: Sandiaga Bakal Resmi Gabung Partai Kakbah, Elite PPP akan Rapat Bahas Tugas yang Bakal Diembannya
PT Mandala Wangi Kreasindo, perusahaan Indonesia yang memesan perangkat tersebut, telah mengganti kepemilikan dan alamatnya beberapa kali sebelum perangkat tersebut tiba.
Meskipun belum ada bukti konkret, sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa Pegasus diduga telah digunakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Mabes Polri, BSSN, dan KPK di Indonesia.
Informasi ini juga didukung oleh adanya catatan pengadaan perangkat yang mirip dengan produk NSO Group oleh kepolisian pada tahun 2017 dan 2018.
Pembelian Pegasus membutuhkan biaya yang besar, dengan perkiraan minimal Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.
Transaksi ini dilakukan melalui perantara perusahaan swasta di luar Indonesia, seperti di Singapura dan Eropa, karena tidak ada hubungan diplomatik langsung antara Indonesia dan Israel.
Penggunaan Pegasus untuk membungkam oposisi politik, aktivis, dan jurnalis telah memunculkan keprihatinan akan penyalahgunaan teknologi yang berdampak negatif terhadap demokrasi dan kebebasan berbicara.
Artikel ini perdana tayang di Suara.com dengan judul "Melacak Jejak Bawah Tangan Pegasus 'Senjata Pembungkam Massa' di Indonesia".
Liputan ini diselenggarakan oleh Konsorsium Indonesialeaks yang terdiri dari Suara.com, Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, Jaring.id, Independen.id, dan Bisnis.com bersama Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), dan Forbidden Stories.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor
-
Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat