SUARA BANDUNG BARAT - Cobaan yang diberikan Allah kepada hambanya bukan hanya sesuatu yang bersifat memberikan kesusahan atau kesedihan dan sebagainya. Jauh daripada itu, cobaan yang diberikan pun bisa berbentuk kesenangan dan kenikmatan.
Seseorang dapat diuji dengan segala kemudahan yang diperolehnya, tanpa rajin beribadah hidupnya sudah senang, tanpa jarang atau tidak pernah melakukan amal saleh tapi hidupnya lancar-lancar saja. Bisa saja hal tersebut dinamakan dengan istidraj.
Istidraj berasal dari kata 'durju' yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang terlibat atau tergulung, keadaan seperti menggulung pelan-pelan sehingga tidak terlihat keadaan semulanya.
Pada umumnya kemudian, istidraj ini dapat diartikan sebagai sedang naik atau juga menurun. Dalam satu sisi menaik karena adanya kenikmatan yang berlebih tetapi di sisi lain menurun karena sesungguhnya sedang diuji.
Menurut UAH, hal tersebut terjadi karena tidak adanya peningkatan kualitas keimanan dan kebaikan dari harta yang diperoleh serta tidak ada penambahan kualitas kebaikan yang didapat dari keilmuan yang dirasa bertambah.
Lebih jauh, proses untuk terhindari dari istidraj sendiri diawali oleh untuk jangan berdusta dalam setiap perkataan yang dikeluarkan. Seperti misalnya jangan pula mengecilkan hal yang besar dan menghilangkan hal yang kecil secara terus menerus.
Kedua, salah satu cara terhindari dari sikap ini adalah dengan selalu menunaikan kewajiban terhadap-Nya dan mengingat keagungan-Nya.
Dua hal di ataslah menurut UAH akan menjauhkan sifat dari Istidraj. Yang seolah-olah dicintai oleh Allah karena diberikan segala kemudahan tetapi senyatanya sedang dalam kondisi 'dibiarkan' oleh Allah SWT karena membangkangi perintahnya.
Dan tak lupa, UAH pun menitipkan agar kita selalu hati-hati terhadap semua titipan dari Allah SWT apalagi jika di dalamnya terdapat keinginan untuk terus bertambah ilmu, harta dan kedudukan. (*)
Baca Juga: PMI Disebut Target Seksi dalam Mendulang Perolehan Suara Pemilu, BP2MI: Jangan Dikapitalisasi
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar