Suara Bandung Barat - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik biaya pendidikan kampusnya yang dinilai mahal dan semakin memberatkan mahasiswa.
Aksi dari BEM UI pun sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) memang acapkali menjadi perbincangan utama dalam setiap tuntutan mahasiswa.
"Pelan-pelan pak rektor... UKT Nabi Adam... Astgafirullah," kira-kira begitu ucapan satire mahasiswa UI yang mengkritik kebijakan kampusnya tentang UKT.
Menanggapi protes mahasiswanya, pihak rektorat sendiri melalui Kepala Tim Pokja Biaya Pendidikan UI, Kartini Sally menyebut bahwa penetapan biaya UKT sudah melalui tahap mekanismenya sendiri.
"Proses (penetapan UKT) dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat fakultas yang dilakukan oleh Tim Pokja Fakultas. Mereka melakukan verifikasi terhadap semua dokumen yang diunggah oleh calon mahasiswa baru," kata Kartini Sally.
Dokumen mahasiswa ini akan menjadi tolok ukur penentuan biaya UKT yang ditanggung nantinya. Apabila mahasiswa baru tersebut terbukti termasuk dalam kategori kurang mampu, maka keringanan UKT pun akan diberikan.
"Apabila terdapat hal yang perlu ditengarai ada hal yang perlu untuk diklarifikasi maka akan diturunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi untuk melihat kesesuaian data yang diunggah dengan kondisi di lapangan. Jika ditemukan belum sesuai maka tim Pokja akan mengkomunikasikan dengan calon mahasiswa baru untuk memberikan data tambahan," tuturnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati