/
Senin, 10 Juli 2023 | 14:45 WIB
Universitas Indonesia (Instagram)

Suara Bandung Barat - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik biaya pendidikan kampusnya yang dinilai mahal dan semakin memberatkan mahasiswa. 

Aksi dari BEM UI pun sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) memang acapkali menjadi perbincangan utama dalam setiap tuntutan mahasiswa.

"Pelan-pelan pak rektor... UKT Nabi Adam... Astgafirullah," kira-kira begitu ucapan satire mahasiswa UI yang mengkritik kebijakan kampusnya tentang UKT.

Menanggapi protes mahasiswanya, pihak rektorat sendiri melalui Kepala Tim Pokja Biaya Pendidikan UI, Kartini Sally menyebut bahwa penetapan biaya UKT sudah melalui tahap mekanismenya sendiri.

"Proses (penetapan UKT) dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat fakultas yang dilakukan oleh Tim Pokja Fakultas. Mereka melakukan verifikasi terhadap semua dokumen yang diunggah oleh calon mahasiswa baru," kata Kartini Sally.

Dokumen mahasiswa ini akan menjadi tolok ukur penentuan biaya UKT yang ditanggung nantinya. Apabila mahasiswa baru tersebut terbukti termasuk dalam kategori kurang mampu, maka keringanan UKT pun akan diberikan.

"Apabila terdapat hal yang perlu ditengarai ada hal yang perlu untuk diklarifikasi maka akan diturunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi untuk melihat kesesuaian data yang diunggah dengan kondisi di lapangan. Jika ditemukan belum sesuai maka tim Pokja akan mengkomunikasikan dengan calon mahasiswa baru untuk memberikan data tambahan," tuturnya. (*)

Load More