Suara Bandung Barat - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik biaya pendidikan kampusnya yang dinilai mahal dan semakin memberatkan mahasiswa.
Aksi dari BEM UI pun sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) memang acapkali menjadi perbincangan utama dalam setiap tuntutan mahasiswa.
"Pelan-pelan pak rektor... UKT Nabi Adam... Astgafirullah," kira-kira begitu ucapan satire mahasiswa UI yang mengkritik kebijakan kampusnya tentang UKT.
Menanggapi protes mahasiswanya, pihak rektorat sendiri melalui Kepala Tim Pokja Biaya Pendidikan UI, Kartini Sally menyebut bahwa penetapan biaya UKT sudah melalui tahap mekanismenya sendiri.
"Proses (penetapan UKT) dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat fakultas yang dilakukan oleh Tim Pokja Fakultas. Mereka melakukan verifikasi terhadap semua dokumen yang diunggah oleh calon mahasiswa baru," kata Kartini Sally.
Dokumen mahasiswa ini akan menjadi tolok ukur penentuan biaya UKT yang ditanggung nantinya. Apabila mahasiswa baru tersebut terbukti termasuk dalam kategori kurang mampu, maka keringanan UKT pun akan diberikan.
"Apabila terdapat hal yang perlu ditengarai ada hal yang perlu untuk diklarifikasi maka akan diturunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi untuk melihat kesesuaian data yang diunggah dengan kondisi di lapangan. Jika ditemukan belum sesuai maka tim Pokja akan mengkomunikasikan dengan calon mahasiswa baru untuk memberikan data tambahan," tuturnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Baru Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Mendadak Kesal Gara-gara Ditanya Soal Messi
-
Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Bukan Ronaldo! 'Thor' dari Skotlandia Otak di Balik Kemenangan Telak Portugal
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026