Suara Bandung Barat - Banyak broadcast aneh-aneh yang bertebaran di group WhatsApp maupun dalam platform digital lainnya.
Terbaru, seperti diketahui ada link aplikasi yang dapat membuat handphone kita terkena sadap.
Hal tersebut tentunya akan membuat kerugian yang tidak sedikit bagi para korban, dalam kasus aplikasi penyadap handphone sendiri pun kerugian yang ditimbulkan dapat menyentuh angka miliaran rupiah.
Selain itu, segala bentuk privasi kehidupan kita juga data-data pribadi yang dimiliki dapat diketahui oleh orang yang menyadap.
Untuk itu, perlu kiranya agar kamu dapat lebih hati-hati untuk tidak klik sembarangan link yang kamu dapat.
Karena bisa saja link yang kamu klik itu adalah phising.
Phising adalah istilah untuk modus penipuan online dengan tujuan mencuri data pribadi atau informasi penting seperti pin dan password.
Agar kamu tidak mudah tertipu berikut ini adalah ciri-ciri link dan phising.
Phising memiliki domain aneh dan terlalu panjang, selain itu biasanya menggunakan domain gratisan.
Baca Juga: Kalahkan Pelita Jaya Bakrie, Prawira Bandung Juara IBL 2023
Sedangkan saat registrasi meminta data pribadi atau info sensitif lainnya yang biasanya tidak ada dalam aplikasi-aplikasi lain.
Phising juga memiliki domain manipulatif dan pakai kata gratis.
Sedangkan cara untuk menghindarkan kamu hanya tinggal jangan asal klik link yang kamu peroleh.
Jangan pula untuk tergiur iming-iming hadiah, selain itu bisa cek domain resmi di, "Google Transparancy Report".
Namun jika sudah terlanjur di klik kamu jangan sampai mengisi data-data yang diminta.
Jadi, kamu sudah dapat caranya mengenali phising atau link palsu, jangan sampai jadi korban. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Paradoks Wisata Libur Lebaran: Berangkat Cari Ketenangan, Pulang Bawa Pegal Linu Sekujur Badan
-
Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang
-
Profil Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto Kandidat Kuat Kepala BAIS TNI
-
Marco Polo: Influencer Perjalanan Pertama yang Memviralkan Eksotisme Timur
-
Kebijakan WFA ASN Pasca Lebaran Resmi Diberlakukan, Absen Daring Diperketat
-
Blak-blakan Pelatih Bulgaria Akui Ngeri Hadapi Timnas Indonesia: Skuad Garuda Makin Tangguh!
-
Viral Tuduhan Buang Sampah ke Kali Pesanggrahan, DLH DKI: Itu Titik Penampungan Resmi
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
-
3 Perangkat Vivo Siap Debut Akhir Maret 2026: Ada HP Flagship Kamera dan Tablet Anyar
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?