Suara Bandung Barat - Mungkinkah karena adanya segelintir elite PDIP yang seperti menyebrang ke kubu Prabowo Subianto, posisi Ganjar Pranowo terancam di PDIP?.
Simak berikut adalah fakta sebenarnya dari kabar yang menyebut Megawati pecat Ganjar Pranowo dari PDIP.
Beredar kabar yang menyebut jika Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah sekaligus digadang-gadang kandidat kuat untuk pilpres 2024 mendatang dipecat dari partainya, PDI Perjuangan.
Narasi video tersebut menyebut, "NASIB GANJAR DI UJUNG TANDUK!! GAGAL NYAPRES DIP3CAT PULA DARI PARTAI BANTENG || BERITA TERKINI".
Klaim tersebut pertama kali di sebarkan dalam sebuah kanal YouTube CCTV Politik yang kami kutip pada Sabtu (22/7/2023).
Video tersebyt diawali dengan cuplikan wawancara Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengenai pemecatan kader karena terkena OTT KPK yang ternyata video tersebut berasal dari kanal YouTube CNN Indonesia yang diunggah 2019 lalu.
Lantas benarkah kemudian klaim yang menyebut Ganjar Pranowo dipecat dari partai pimpinan Megawati tersebut?.
Ternyata konten tersebut telah dimanipulasi karena ketidaksesuaian antara judul dan isi konten tersebut.
Nyatanya video tersebut hanya membahas tentang transaksi memcurigkan dari kementerian keuangan senilai Rp. 300 Triliun.
Baca Juga: Persib Kalah Lagi dari PSM, Bobotoh: Suporter Dewasa Itu...
Video wqwancara Hasto ternyata tidak sedikit pun menyinggung tentang Ganjar Pranowo.
Video tidak sedikit pun membahas tentang Ganjar Pranowo bahkan lebih uniknya di tengah durasi tiba-tiba pembahasan beralih dari Anthony Budiawan, yang merupakan seorang Managing Director Political Econony and Policy Studies (PEPS).
Ia membahas tentang transaksi mencurigakan Rp. 300 Triliun yang muncul di Kemenkeu.
Hingga akhir video tidak sama sekali ditemukan mengenai kabar yang menjustifikasi bahwa Ganjar Pranowo di pecat dari partai merah.
Maka dapat kemudian disimpulkan jika video yang menyebut gubernur Jawa Tengah dipecat dari partai merah adalah suatu pemberitaan yang hoaks dan menyesatkan. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Kirim Truk Kopi, Nam Ji Hyun Beri Dukungan Manis untuk Jang Nara dan PO
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Karbon Ardiles, Lengkap dengan Ulasan Jujur Pengguna
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak