SUARA BANDUNG BARAT - Kisah horor di Bandung, yang terjadi sekitar tahun 1980-an. Seorang gadis kecil bernama Uci menjadi korban kecelakaan di Jalan Siliwangi, Bandung.
Sejak saat itu, konon katanya pengguna Jalan Siliwangi ini sering melihat sosok anak perempuan yang memegang boneka berada di sekitar lokasi.
Terkadang, Uci terlihat berada duduk di pohon yang berada di wilayah tersebut hanya ditemani oleh boneka kesayangannya.
Melalui kanal YouTube Story FM, kisah tragis ini semula saat satu keluarga gendak makan malam bersama di sebuah rumah makan di wilayah Jalan Siliwangi, Bandung.
Setelah memarkirkan mobil, keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, dan seorang gadis kecil ini hendak menyebrang jalan.
Tak disangka datang mobil berkecepatan tinggi dari arah Ciumbuleuit, Bandung, yang langsung menabrak keluarga tersebut.
Mirisnya, tubuh mungil Uci ini terpental cukup jauh sampai ke pohon besar yang berada di Jalan Siliwangi itu.
Mereka, sekeluarga dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar. Tetapi, karena luka parah yang dialami, akhirnya mereka tewas.
Nah, sebelum meninggal kabarnya Uci sempat menanyakan boneka kesayangannya, "Boneka Uci Mana?, belum sempat bertemu dengan boneka itu, Uci sudah meregang nyawa.
Baca Juga: GMP Bangun Bak Sampah Buat Warga Desa di Subang
Nah, konon warga sekitar dan pengendara selalu melihat sosok anak kecil yang bermain dengan bonekanya di jalan Siliwangi.
Terkadang, sosok gadis kecil itu terlihat di atas pohon di sekitar Jalan Siliwangi tersebut hanya ditemani bonekanya.
Hantu anak kecil bernama Uci ini memang tidak pernah mengganggu warga sekitar maupun pengguna jalan.
Hanya ia seakan hanya ingin mengingatkan pengendara agar tidak berkendara dengan kecepatan yang tinggi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026