SUARA BANDUNG BARAT - Vokalis Grup Band Radja, Ian Kasela kembali buka suara untuk menanggapi tuduhan menyanyikan lagu Cinderella tanpa izin.
Ian Kasela menegaskan bahwa kasus yang sekarang ini berbeda dengan kasus sebelumnya yang menyangkut pelarangan, untuk saat ini menurutnya adalah tuduhan.
"Gua yakinkan, gua kasih tahu ini beda case dengan kasus-kasus yang mungkin sebelumnya yang bersifat larang melarang, kalau gua di sini kan sifatnya dituduh, ada tuduhan bahwa gua katanya akan memakai atau menggunakan lagu Cinderella tanpa izin," kata Ian Kasela.
Maka dari itu, Ian berasumsi jika yang namanya tuduhan, maka menurutnya harus ada pembuktian yang harus dibuktikan secara hukum yang jelas.
"Gue sih gini berasumsi kalau yang namanya tuduhan itu harus ada pembuktian, kalau nggak ada pembuktian berarti bahaya dong, nah pembuktian itu silahkan dibuktikan," sambungnya.
Bahkan terkait lagu Cinderella, Ian menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah mengklaim jika lagu tersebut adalah ciptaannya.
Ian menjelaskan bahwa ketika rilis lagu Cinderella, saat itu sudah tertulis jelas siapa penciptanya yang menurutnya sudah disebutkan nama yang bersangkutan.
"Gue udah bilang, ciptaannya itu saat Radja rilis lagu Cinderella, saat Raja merilis lagu Cinderella itu udah jelas di situ ada ciptaannya, sudah ada nama dia, hanya garis miring gue, itupun disepakati, saksinya siapa, ada gitaris Radja Moldy," jelasnya.
Selain disebutkan jika pada saat itu disaksikan Moldy, Ian juga menceritakan bahwa waktu itu mereka dilema siapa yang akan dimasukkan dalam garis miring pencipta lagu cinderella tersebut.
Baca Juga: Pegadaian Beri Apresiasi Tim Paskibraka 2023
Akhirnya ditulislah namanya karena menurut Ian, Moldy sudah cukup banyak tertulis namanya sebagai pencipta lagu di Band Radja ini.
Namun, disebutkan juga bahwa pada tahun 2010 terjadi kesepakatan dalam bentuk surat pernyataan pengalihan hak cipta (SPPHC).
Dalam surat yang ditunjukkan Ian tersebut, dirinya menyebut jika tertulis dengan jelas bahwa pengalihan hak cipta itu untuk selamanya.
"Saat itu dilema, garis miring gua apa Moldy, ya udah gua aja, lu kan udah banyak, itu disepakati bersama, hanya gua garis bawahi lagi, per ya, per 2010 gua tuh ada kesepakatan, masih ada tintanya loh masih asli nih dan ini bisa dilacak oleh pihak siapapun, ini tertera apa gua buat baru sekarang, apa memang di tahun 2010, di sini kita ada loh, SPPHC (surat pernyataan pengalihan hak cipta)," terang Ian.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
BRI Gelar Pesta Imlek Spektakuler di Jakarta, Intip Kemeriahan Kuda Api Bersama Nasabah
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
Pemain Keturunan Rp 347 Miliar Tolak Timnas Indonesia Kini Jadi Aset Emas di Liga Inggris
-
Harga Mobil Dinas Rp8,5 M, Gubernur Kaltim: Masa Mobil Kepala Daerah ala Kadarnya?
-
2 Alasan Kita Harus Berterima Kasih kepada Persib Meski Perjuangannya di Asia Berakhir Ricuh
-
Vivo Y05 Debut Global, HP Murah Sejutaan Mirip iPhone Ini Bersiap ke Indonesia
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
4 HP Flagship Samsung Ini Turun Harga hingga Jutaan, Makin Worth Dibeli!
-
Apakah Tukar Uang Baru di PINTAR BI Bisa Pakai QRIS?
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual