SUARA BANDUNG BARAT - Kiper PSIS Semarang, Muhammad Adi Satryo tampaknya telah hilang kesabaran akibat oknum suporter yang berkomentar tak senonoh.
Diketahui, ada dua akun Instagram oknum suporter berkomentar tak senonoh pada unggahan foto istri Adi Satryo beserta anaknya.
Kedua akun Instagram yang berkomentar di akun Instagram kiper PSIS Semarang tersebut yaitu @inty6yggbzrf dan @urby98.
Sebagaimana dilansir Suara Bandung Barat dari akun Instagram @adisatryoo, ia mengunggah surat teguran keras bagi pemilik kedua akun tersebut.
Dia pun memberikan waktu selama tujuh hari untuk kedua pemilik akun untuk bertemu secara langsung dan meminta maaf secara langsung kepada saya.
"Sehubungan dengan somasi tersebut di atas, saya memberi kesempatan waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak postingan somasi/teguran terbuka ini kepada pemilik akun Instagram," katanya.
Jika para pemilik akun tersebut tidak memiliki itikad baik dan melakukan permintaan maaf secara langsung, ia pun tak segan untuk membawa ke jalur hukum.
"Saya akan melakukan upaya hukum secara pidana dengan membuat laporan ke pihak kepolisian," tulisnya dalam surat tersebut.
Unggahan tersebut juga turut dikomentari oleh sejumlah pemain lainnya, seperti Ernando Ari, Wawan Febriyanto, Alfreanda Dewangga, dan yang lainnya.
Baca Juga: Soal Wacana Duet Ganjar-Anies, PKS: Masih Sangat Mungkin Terjadi...
Sebelumnya, diketahui pada pertandingan PSIS melawan Persib Bandung terjadi insiden yang melibatkan sang kiper.
Pada saat itu, Adi Satryo sempat keluar dari gawangnya dan menghampiri pemain Persib Arsan Makarin hingga terjatuh serta berdarah di pelipisnya.
Itulah yang kemudian memicu sejumlah oknum menyerbu kolom komentar akun Instagram Adi Satryo dan bahkan sampai keluarganya.(*)
Berita Terkait
-
RANS Nusantara FC Disebut Penghancur Tim Papan Atas BRI Liga 1, Eduardo Almeida Merendah
-
Soal Laga Persib vs RANS Nusantara, Levy Madinda Bilang Begini
-
Jelang Duel Persib vs RANS Nusantara: David da Silva Masih Absen, Febri-Dado Sudah Latihan
-
Adi Satryo Somasi Warganet yang Serang Keluarganya di Sosial Media, Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Detik-detik Arsan Makarin Kena Tekel Keras Kiper PSIS Semarang, Kepala Pendarahan Hingga Diperban
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu