/
Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:18 WIB
Petugas kesehatan tengah mengevakuasi balita yang mengalami ISPA dampak dari kebakaran TPA Sarimukti, Kamis (24/8/2023) Hendra H Rusdaya. (Suara Bandung Barat/Hendra)

SUARA BANDUNG BARAT - Puluhan warga di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat mulai terdampak penyakit.

Kepala Puskesmas Cipatat, Nuraeni menjelaskan, sejak Selasa (22/8/2023) pihaknya telah membuka posko pelayanan kesehatan bagi warga terdampak kebakaran TPA Sarimukti.

"Kita membuka posko kesehatan bagi warga terdampak kebakaran sejak Selasa. Bahkan kita langsung ke TKP untuk mengecek kesehatan petugas di sana," katanya saat ditemui, Kamis (24/8/2023).

Ia menambahkan, sejak dua hari lalu sejumlah warga mendatangi Puskesmas Cipatat untuk mendapatkan pengobatan lantaran sejumlah keluhan penyakit pasca terjadi kebakaran.

"Waktu awal buka pasiennya baru dua orang, lalu Rabunya juga pasien ada 3 orang, nah sekarang udah 36 penderita ispa dan sakit mata yang datang," katanya. 

"Yang datang ke sini merasakan gangguan pernapasan, sakit mata pilek dan yang lainnya. Kita buka dari pagi sampai pukul 14.00 WIB," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, usia warga terdampak kebakaran yang memeriksakan kesehatannya variatif dari mulai anak-anak hingga dewasa.

"Kita kan ada dokter di sini, pasien langsung diperiksa tensi, berat badan dan kesehatannya lalu diberi obat langsung sama dokter," katanya.

Ia menegaskan, untuk mengantisipasi penanganan media lebih lanjut pihaknya menyiapkan sejumlah fasilitas seperti oksigen, ambulans dan yang lainnya.

Baca Juga: Kisah Horor Chef di Hotel: Sering Lihat yang Lewat dan Pakai Baju Putih, Tapi Siapa?

"Mayoritas ispanya masih dalam tahap wajar tidak terlalu parah tapi oksigen kami siapkan," katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forkompinda terkait penanganan kebakaran di TPA Sarimukti.

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi apa saja yang harus dilakukan termasuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak kebakaran," katanya. (*)

Load More