Suara Bandung Barat - Kisah horor memang dapat menimpa dan dialami oleh siapa saja, tak mengenal jabatan dan pangkat.
Salah satunya pernah menimpa salah seorang jenderal perang di masa revolusi kemerdekaan Indonesia.
Saat itu, sebut saja Jendral tersebut dengan jendral perkasa bersama dengan pasukannya akan menghancurkan sebuah jembatan yang telah berdiri sejak kerajaan mataram Islam.
Jembatan tersebut dibangun sudah ratusan tahun lalu dan terpaksa dihancurkan untuk memutus pasokan bantuan tentara belanda yang datang membawa perlengkapan perang.
Beberapa kali dicoba agar jembatan itu hancur dengan menggunakan bom. Sayangnya, setiap kali bom telah dipasang dan akan diledakan, jembatan tersebut tak kunjung meledak.
"Sudah saya coba berkali-kali dengan pasukan lainnya pak jendral, tetapi selalu gagal untuk meledak," ujar salah satu prajurit saat melapor ke komandannya.
Konon, jembatan itu tidak mau hancur dikarenakan ada hal mistis yang turut menjaganya. Disebut-sebut para prajurit kuno tentara mataram Islam tidak terima jika jembatan penghubung dua desa tersebut dihancurkan.
Di satu sisi, pasukan penjajah pun akan datang keesokan harinya, jika jembatan tersebut belum hancur, maka pasukan pembela kemerdekaan akan sangat kesulitan untuk menghalau mereka.
Akhirnya, malam itu jendral bersama dengan beberapa pasukannya pergi ke jembatan tersebut. Dengan niat yang sama untuk menghancurkannya.
Baca Juga: Elektoral Rebound Ganjar Pranowo Menguat, PDIP Optimis Menangi Pemilu Tanpa Gimmick Politik
Di tengah hutan menuju lokasi peledakan, tiba-tiba langit menjadi begitu gelap, angin pun berkencang sekencang-kencangnya.
Di arah kejauhan terdengar derap langkah dan lampu-lampu patromak. Mereka adalah pasukan ghaib yang menjaga jembatan tersebut.
Sang jenderal berusaha untuk tetap teguh dan berani menghadapi mereka, sedangkan banyak sederet pasukannya yang tunggang-langgang, kocar-kacir berlarian.
Saat pasukan gaib itu tepat berada di hadapan sang jenderal, lantas jenderal itu berkata, "Assalamualaikum! perkenalkan saya adalah pejuang kemerdekaan tanah ini. Saya mohon izin, jika sekiranya banyak pasukan kami yang membuat sederek semua tidak senang akannya. Izinkan saya pula untuk memutus jalan bagi pasukan penjajah dengan menghancurkan jembatan itu,"
"Sesungguhnya, demi Allah! segala hal yang kami lakukan adalah demi kemerdekaan tanah ini. Sebagaimana perjuangan yang sederek lakukan dulu bersama dengan Sultan Agung, sang penguasa tanah jawa, Mataram Islam!," kata jenderal tersebut.
Selepas berkata seperti itu, pasukan gaib itu pun menghilang. Seolah sudah mendapat izin, sang jenderal pergi ke lokasi yang dimaksud dan langsung memasang bom. Anehnya, hanya dalam percobaan pertama, jembatan tersebut langsung hancur. (*)
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?
-
Kena OTT KPK, Intip Kekayaan Rp21,3 M Bupati Pemalang: Punya Harley Hingga 18 Properti
-
Mal Meledak Hebat Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Fasilitas Nuklir Terdampak?
-
Rupiah Jadi Prioritas, Bank Indonesia Optimalkan Instrumen Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
-
7 Tanaman Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Dianggap Bisa Menghambat Rezeki