SUARA BANDUNG BARAT- Pemkab Bandung Barat memastikan upaya penanganan bagi warga terdampak peristiwa kebakaran TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB menyebut, sebanyak 605 warga di sekitar lokasi kebakaran TPA Sarimukti menjalani pemeriksaan kesehatan di posko kesehatan yang tersedia.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar warga yang berjumlah 408 orang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi para warga yang terdampak langsung kebakaran TPA Sarimukti hingga saat ini.
"Kita masih tetap pantau situasi kondisi terakhir. Jika ada warga yang memerlukan perawatan kita rujuk ke rumah sakit," katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2023).
Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya pun melakukan pelayanan kesehatan bagi warga yang memerlukan rawat jalan dengan memberikan pengobatan yang maksimal.
"Selama bisa berobat jalan kita layani berobat jalan, kalau yang memerlukan perawatan kita bawa ke rumah sakit. Kurang lebih sudah 5 orang yang dirawat di RSUD Cikalongwetan," katanya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan logistik para petugas dan warga pihaknya pun membuka dapur umum. Setiap hari setidaknya ratusan nasi disiapkan.
"Kita ada dapur umum di sana, dibantu beberapa relawan, Tagana, Karangtaruna, juga dari aparat kepolisian dan TNI.
Baca Juga: Pembangunan Masjid Al-Bakrie Milik Aburizal Bakrie di Bandar Lampung Dinilai Langgar Aturan
"Hampir setiap hari kita menyiapkan 500 paket. Bukan hanya untuk teman-teman pemadam, tapi kita juga kasihkan untuk warga terdampak juga," katanya.
Kendati sempat mengalami kendala, kata Ade, ketersediaan logistik di lokasi kebakaran di TPA Sarimukti dipastikan aman.
"Kita pastikan aman karena teman-teman di Dinsos sudah menghitung itu. Mudah-mudahan tidak ada kendala," katanya.
"Memang di awal sempat terjadi kendala karena memang proses penerbitan SE darurat ada mekanismenya yang harus ditempuh secara administrasi untuk mengeluarkan anggaran darurat," imbuhnya.
Sementara itu, saat disinggung terkait anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT), ia menyebut, Pemkab Bandung Barat menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp3 miliar.
"Anggaran Rp3 miliar ini berada di sejumlah OPD yakni BPBD, Damkar, Dinsos dan Dinkes," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
Terkini
-
Senyaman Nmax Semurah Vario, Burgman 125 Berapaan? Tengok Harga Motor Suzuki Terbaru Februari 2026
-
Fermat no Ryri Umumkan Hiatus Sementara, Ygo Kobayashi Siapkan Manga Baru
-
Kumpulan Promo Imlek 2026 dari Makanan, Hotel hingga Tempat Hiburan
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!
-
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
-
Macan Tutul di Bandung dan Tragedi Gajah Riau: Siapa yang Sebenarnya Menyerobot Wilayah?
-
Jelang Bulan Suci, Prabowo Ajak Umat Berdoa Agar Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan
-
5 Rekomendasi Parfum Indomaret di Bawah Rp50 Ribu, Wangi Elegan dan Tahan Lama
-
BI Ungkap Ekonomi Sumsel Tangguh di Tengah Gejolak Global
-
CEK FAKTA: Viral Link Pendaftaran CPNS Kementerian Pertanian 2026, Benarkah?