SuaraBandungBarat - Salah satu permasalahan mendasar jika disuatu negara warganya enggan memiliki anak adalah terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk.
Hal tersebut tentunya akan berdampak kepada keterpurukan ekonomi, yang diakibatkan salah satunya oleh peningkatan perawatan kesehatan sedangkan produktivitas suatu negara menurun.
Salah satu negara yang mendapat ancaman yang diakibatkan resesi seks tersebut adalah Jepang.
Meskipun, di sisi lain Jepang telah melegalkan industri pornografi, yang dibeberapa negara dianggap tabu salah satunya di Indonesia.
Industri lendir tersebut melansir beberapa sumber sengaja dilegalkan oleh pemerintah Jepang guna menekan angka kelahiran yang menurun.
Takashi Kadokura menganggap menjabarkan secara terperinci legalitas dan pornografi di Jepang.
Berdasarkan data Kepolisian Nasional Jepang, industri ini pun telah banyak peningkatan setiap tahunnya.
Namun, trend positif tersebut ternyata tidak serta merta membuat masyarakat Jepang tertarik untuk melakukan hubungan badan.
Seperti yang tertulis di salah satu postingan Instagram @coretankertas_ Jepang disebut sebagai salah satu negara yang warganya "malas" untuk berhubungan badan.
Baca Juga: Viral Lagu Malaysia Berjudul Helo Kuala Lumpur Jiplak Melodi Halo-halo Bandung
"Jepang jadi negara yang paling tinggi dengan jumlah populasi tidak mau berhubungan s3ks, apalagi punya anak" tulis akun yang diikuti 524k followers tersebut sebagaimana kami kutip pada Selasa (12/9/2023)
Akun tersebut pun, mengutip hasil penelitian The Oriental Economist yang menyatakan warga Jepang melakukan hubungan badan sebanyak 45 kali dalam setahun.
"Tapi, hanya 24 persen yang mengaku senang," lanjut akun tersebut
Selain itu, dapat dikatakan bahwa 30 persen pria Jepang malah melakukan enggan hubungan intim disebabkan karena lelah dalam hal bekerja.
Jadi, meskipun dalam satu sisi negara Jepang memiliki kontribusi bagi pengembangan dan kemajuan industri film dewasa.
Ternyata, masih banyak di antara warganya yang enggan untuk memiliki keturunan.
Usut punya usut, masyarakat Jepang pun enggan melakukan hubungan badan karena telah terpuaskan dengan film yang dilegalkan di sana. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA