SUARA BANDUNG BARAT - Grup band Radja meminta Anji Manji selaku pemilik kanal YouTube Dunia Manji untuk takedown video podcast dengan Rival Ahmad Labbaik alias Ipay, pencipta lagu Cinderella.
Hal tersebut, disampaikan oleh kuasa hukum manajer grup band Radja, Sunan Kalijaga.
"Saya sebagai kuasa hukum meminta agar podcast tersebut diturunkan dulu, ya dari tayangan YouTube karena sudah sementara di proses yang sedang berjalan ini," kata Sunan Kalijaga di Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Ian Kasela dan rekannya sudah lebih dahulu melaporkan Anji perihal tayangan di YouTube Dunia Manji atas dugaan pencemaran nama baik.
Band Radja merasa dirugikan karena menjadi bahan perbincangan sang musisi dengan narasumbernya.
"Kami duga ada pernyataan kebohongan yang tidak semestinya dibicarakan, dan tidak semestinya sampai diupload, sehingga membuat mungkin saja masyarakat atau orang yang melihat bisa menilai negatif terhadap klien kami," kata Sunan Kalijaga.
"Jadi, kami minta kepada pemiliki podcast bersama ini, kami minta tolong di takedown dulu. Karena jelas ini ada kebohongan kami duga ada kebohongan publik," tambahnya.
Anji Sudah Diperiksa
Di samping itu, Anji sendiri sudah menjalani proses pemeriksaan atas laporan tersebut. Sementara band Radja sudah lebih dulu memberikan keterangan sebagai pelapor.
Baca Juga: Gunakan Trik untuk Menolak tanpa Merasa Bersalah
"Kalau saudara Anji itu sudah, di hari Rabu atau Kamis. Itu saya lupa tepatnya," kata Rana Arinansyah selaku manajer grup band Radja.
"Hari ini itu yang akan dipanggil saudara Ipay," sambungya.
Selanjutnya, kanal YouTube milik Anji dilaporkan atas UU ITE perihal pelanggaran penyebaran konten di media sosial.
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B4764/VIII/2023/SPKT-POLDA METRO JAYA atas nama pelapor Rana Arinansyah selaku manajemen band Radja. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan