/
Senin, 09 Oktober 2023 | 11:02 WIB
Ilustrasi petani tanaman kratom. Simak manfaat, hingga efek sampingnya yang berbahaya. (ANTARA)

SUARA BANDUNG BARAT - Tanaman kratom merupakan tanaman dari pohon yang masih termasuk dalam keluarga tanaman kopi asli Asia Tenggara.

Tanaman kratom sendiri banyak terdapat di negara Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Biasanya, daun kratom ini dimanfaatkan untuk membuat teh atau menjadi suplemen.

Tetapi manfaat utama dari daun kratom yakni membantu mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kesehatan kulit, dan meningkatkan libido.

Sebagaimana dirangkum BandungBarat.Suara.com dari berbagai sumber, daun kratom ini merupakan tanaman herbal yang sudah lama dikenal untuk pengobatan tradisional.

Berikut manfaat tanaman kratom, dan kandungannya:

1. Mengandung Senyawa Alkaloid

Manfaat tanaman kratom tidak luput dari kandungan baik, yang terdapat pada tanaman ini. Daun kratom ini mengandung beberapa jenis senyawa alkaloid.

Mitragynine, kandungan yang memiliki efek 13 kali lebih kuat ketimbang morfin. 7-hydroxymitragynine, memiliki efek sebagai obat analgesik atau pereda rasa sakit.

Speciociliatine, mampu meningkatkan energi, meningkatkan suasana hati, dan menurunkan intensitas rasa sakit.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Kuliner di Bandung Paling Lengkap dan Kekinian

Corynanthe Idine, bekerja dengan menghambat kontraksi kedutan. Speciogynine, memiliki peran penting dalam menciptakan efek analgesik.

Paynantheine, menciptakan efek penghilang rasa nyeri. Mitraphylline, kandungan untuk mengobati radang sendi, penyakit jantung, kanker, dan peradangan lainnya.

2. Pereda Nyeri

Tanaman kratom juga memiliki tiga jenis. Semuanya merupakan pereda efektif untuk nyeri kronis. Jenisnya meliputi vena putih, vena hijau, dan vena merah.

Ketiga jenis kratom menawarkan efek pereda nyeri dengan menempel pada reseptor opioid. Manfaat ini terjadi berkat senyawa 7-hidroksi mitraginin dalam daun.

3. Meningkatkan Mood

Daun kratom juga memiliki efek meningkatkan suasana hati. Bahkan, masyarakat sering menggunakan tanaman herbal ini untuk pengobatan tradisional terhadap orang-orang yang kecanduan opioid, membantu meringankan gejala penarikan morfin dan etanol.

Selain itu, daun kratom juga berpotensi sebagai antidepresan. Sebab, daun ini dapat menurunkan kadar kortikosteroid.

Kadar kortikosteroid yang tinggi berkaitan dengan depresi. Tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan hal tersebut.

4. Berisiko Memberikan Efek Samping

Dosis kecil jarang berdampak pada kesehatan. Tetapi, bila dosis lebih besar ternyata bisa memicu efek samping kratom.

Pemakaian daun kratom ini umumnya menimbulkan efek samping ringan, seperti mual dan sembelit.

Selain itu, bisa memicu berkeringat, gatal, pusing, mulut kering, halusinasi, kejang, dan kerusakan hati.

Adapun efek samping jangka panjang bisa terjadi, termasuk kulit wajah gelap, mulut kering, sering buang air kecil, anoreksia, penurunan berat badan dan sembelit.

5. Konsumsi dengan Berbagai Cara

Daun kratom adalah tanaman herbal yang dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, mulai dari mengunyah langsung, menggerusnya, mengasapi, atau menyeduh menjadi teh.

Selain itu, teknologi sekarang ini juga memungkinkan mengolah daun kratom ini menjadi suplemen berbentuk pil atau bubuk.

Load More