Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan anak SD yang masih mengenakan seragam sekolah sedang curhat gegara gagal melihat dan bertemu secara langsung Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Kota Manado, Sulawesi Utara.
Melalui postingan video yang diunggah oleh akun Instagram @lambeturahkawanua, nampak seorang anak SD yang meluapkan rasa kekecewaan dan kekesalannya karena tak bisa bertemu dengan Presiden Jokowi.
Padahal, ia sudah menunggu lama di sebuah gereja yang akan dilewati oleh rombongan mobil Presiden Jokowi.
Sayangnya, meski suaranya sudah serak karena terus berteriak memanggil nama Presiden Jokowi karena saking antusiasnya, namun siswa SD tersebut masih tak bisa bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia itu.
"Dia (Jokowi) cuma ada abaikan. Yang tu apa, pa dia pe sebelah yang dia ada lempar akang baju. Dia kira batu tu di sebelah kanan. Batunggu torang di gereja. Somo faro torang ada bataria Presiden, Presiden. (Dia hanya abaikan. Yang di sebelah saja yang diberikan baju. Dia (Jokowi) anggap kami batu di sebelah kanan. Kami menunggu di gereja sampai sudah serak berteriak Presiden, Presiden)," curhat si siswa tersebut.
Menurut anak SD itu, ia merasa diabaikan oleh Presiden Jokowi bahkan sama sekali tak membukakan kaca mobilnya untuk melihat mereka yang berada di sisi lain.
"Biar kwa cuman ada buka kaca kong bahaga pa torang, kong bahalo-halo kong ba tos (Harusnya walaupun hanya buka kaca mobil dan melirik ke arah kami, kemudian kasih salam dan berikan tos)," kata si siswa dengan ekspresi kecewa.
Sontak saja, video yang beredar di media sosial ini langsung dibanjiri oleh komentar publik.
“Sabar nee ade, Presiden nanti mo berkunjung ulang di Sulut.” tulis salah satu netizen.
Baca Juga: Beli Tanah di Jaksel, Duit yang Dikeluarkan Rizky Billar Cukup Fantastis: Pantesan Pamer!
“Riki so bergelombang doe tu suara de, kamain tu saki hati da tahan itue,” sahut lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel