Viral di media sosial seorang kurir meninggal dunia saat sedang mengantarkan paket di Jakarta. Diketahui kurir tersebut meninggal akibat kelelahan.
Hal ini disampailan oleh akun Twitter @arifnovianto_id pada Rabu (15/2/2023), yang mengucapkan duka cita dan menceritakan kronologinya dengan singkat.
“TURUT berduka, barusan mendapat kabar bahwa ada kawan kurir di Jakarta meninggal saat sedang bekerja mengantar paket. Menurut kawannya, almarhum meninggal karna kelelahan. Kondisi kerja yg berat & minimnya perlindungan, membuat mereka bekerja dengan penuh kerentanan," tulisnya yang dikutip pada Kamis (16/2/2023).
Menurut Arif, pekerjaan sebagai kurir memanglah berat dan minim akan perlindungan. Hal ini terlepas dari usia kurir yang sudah tua maupun masih muda.
Berikut ini beberapa fakta terkait meninggalnya kurir saat sedang mengantarkan paket tersebut, simak selengkapnya.
1. Kurir meninggal akibat kelelahan
Arif sebagai Junior Reseacher di UGM menceritakan dalam cuitannya bahwa kurir tersebut meninggal karena kelelahan saat sedang mengantarkan paket.
“Menurut kawannya, almarhum meninggal karna kelelahan. Kondisi kerja yg berat & minimnya perlindungan, membuat mereka bekerja dengan penuh kerentanan," tulisnya.
2. Minimnya perlindungan kerja untuk kurir
Menurut Arif, kejadian nahas tersebut karena minimnya perlindungan dan kondisi kerja yang berat. Bahkan Junior Reseacher di UGM tersebut juga sempat melakukan wawancara kepada para kurir dan driver.
“3 bulan lalu, saya mewawancara driver ojek online yang menyebutnya ‘gembel elit’. Mereka punya mobil, tapi tak ada tempat tinggal, sehingga tidurnya dalam mobil. Ia bercerita bahwa ada kawannya yang juga ‘gembel elit’ meninggal dalam mobil, persoalannya sama yaitu kelelahan,” tulisnya.
Menurutnya para driver tersebut tak memiliki batas waktu sehingga mendorong untuk kerja keras. Selain itu, pemicu lain karena gaji yang sedikit membuat mereka memilih untuk bekerja lama untuk mencapai target.
“Para kurir atau driver, dalam sistem kerja gig tak ada batasan waktu kerja. Mereka oleh aturan main yang dikembangkan oleh perusahaan, justru didorong untuk bekerja keras sekeras-kerasnya. Akibat bayaran yang murah, memaksa mereka bekerja lama bahkan sampai kelelahan,” lanjutnya.
Arif juga mengungkapkan bahwa ada alasan lain yang membuat kurir atau driver bekerja keras yakni adanya hubungan kemitraan yang justru banyak kemitraan semu.
“Sementara itu, makin banyak kurir atau driver yang dijadiin ‘mitra’. Alasannya, hubungan kemitraan akan memberi kebebasan dan otonomi untuk menentukan akan bekerja berapa lama, di mana, dan dengan pendapatan berapa. Namun, yang berlangsung justru kemitraan semu,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Swing Kencang, Sinyal Ngebut: Telkomsel x Topgolf Hadirkan Paket Golf + Internet
-
Tren Warna Eksterior 2026: Dari Hijau Sage hingga Mocca, Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Rumahmu?
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Daftar Pemain Moving Season 2 Terungkap, Ada Wajah Baru dengan Nama Besar
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Polisi Respons Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta