- Workshop "AI Tools for Journalists" seri kelima sukses digelar di Palembang, 5-6 Februari 2026, oleh Suara.com dan LMC didukung GNI.
- Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 30 jurnalis dari berbagai daerah, termasuk luar provinsi Sumatera Selatan.
- Workshop memperkenalkan berbagai *tools* AI seperti Gemini, Google Trends, Pinpoint, dan alat verifikasi untuk membantu jurnalisme.
Suara.com - Workshop “AI Tools for Journalists” yang dikelola oleh Suara.com dan Local Media Community (LMC) dengan dukungan penuh Google News Initiative (GNI) kembali terselenggara dengan sukses di Palembang, Sumatera Selatan. Tepatnya, pelatihan seri ke-5 dalam rangkaian program ini berlangsung di Batiqa Hotel Palembang, sepanjang Kamis-Jumat, 5-6 Februari 2026.
Istimewanya, workshop yang diikuti lebih dari 30 peserta yang rata-rata adalah jurnalis atau perwakilan redaksi media setempat itu bahkan tidak saja berasal dari Kota Palembang. Sebagian juga datang dari kabupaten seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bahkan dari Provinsi Bangka-Belitung, Jambi dan Lampung.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya rangkaian workshop ini telah digelar di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Kali ini, untuk sesi di Palembang, workshop dipandu oleh dua trainer berpengalaman, yaitu Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel, Yudie Thirzano, serta Redaktur Eksekutif Suara.com, Arsito Hidayatullah. Keduanya adalah juga alumnus Training of Trainers (ToT) "AI Tools for Journalists" yang didukung GNI.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, merasa salut, sekaligus bersyukur dan mengapresiasi antusiasme tinggi dari peserta pelatihan ini yang bahkan rela datang jauh-jauh dari luar provinsi. Sebagaimana disampaikannya dalam rangkaian workshop sebelumnya, kehadiran dan kemajuan teknologi AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) adalah keniscayaan, yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media daring.
Dari sisi tantangan, Suwarjono mencontohkan misalnya soal kehadiran AI overview di platform, yang memungkinkan pembaca mendapatkan ringkasan informasi tanpa harus mengklik tautan berita. Namun menurutnya, tantangan itu justru sejatinya memicu bagaimana media termasuk para jurnalis dapat meresponnya, dengan menyesuaikan cara menyampaikan berita serta membangun interaksi dengan audiens, terutama generasi muda.
Menurut Suwarjono, kehadiran AI tidak harus 'membunuh jurnalisme'. Sebaliknya, justru ketidaksiapan kalangan jurnalis-lah yang bisa saja 'membunuh' jurnalisme itu sendiri. "Konten berkualitas juga tidak akan dibaca dan berdampak, tanpa ada distribusi konten dan algoritma yang mempertemukannya dengan pembaca. Yang berbahaya adalah jika jurnalis tidak belajar AI atau teknologi sama sekali," tegasnya.
Sejalan dengan kondisi kekinian, termasuk adanya tantangan sekaligus peluang itulah makanya rangkaian workshop "AI Tools for Journalists" ini diselenggarakan. Di mana dalam tiap sesi pelatihan berdurasi total sekitar 13-14 jam ini, diperkenalkan berbagai tools penting yang bisa dimanfaatkan jurnalis. Di antaranya mulai dari Google Trends untuk membaca topik yang dibutuhkan audiens, Gemini sebagai asisten dalam proses kreatif, juga Pinpoint dan NotebookLM yang bermanfaat untuk riset mendalam sekaligus memiliki opsi untuk ragam konten menarik. Tidak ketinggalan pengenalan berbagai tools verifikasi terutama untuk gambar, video, bahkan audio.
Salah seorang peserta yang antusias, Hendra dari Bangka Pos, mengaku tertarik dengan berbagai tools yang diperkenalkan, meskipun mengakui bahwa dirinya pribadi tidak mau sepenuhnya memercayakan pekerjaannya kepada perangkat AI. "Untuk artikel misalnya, itu pasti kan ada feel tulisan yang mungkin tidak didapat jika draft-nya dibantu oleh Gemini misalnya. Tapi terus terang, di pelatihan ini cukup banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan," ucapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Cuci Hati, peserta dari Palembang yang hadir mewakili JPNN.com. Menurutnya, penggunaan Pinpoint atau NotebookLM khususnya, termasuk yang belum begitu familiar selama ini bagi kebanyakan jurnalis, namun ternyata menarik untuk dipelajari atau dikulik lebih jauh. Apalagi karena ada beragam pilihan output konten yang bisa dicoba, termasuk infografis, video, juga podcast.
Baca Juga: Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
Yudie Thirzano selaku salah seorang trainer, mengingatkan bahwa pelatihan dua hari ini saja, jelas belum akan cukup membuat siapa pun seketika terbiasa, apalagi mahir menggunakan masing-masing tools. "Memang harus sering-sering dicoba, dikulik-kulik lagi penggunaannya, entah itu untuk kebutuhan riset, men-draft konten mulai dari naskah hingga multimedia, atau sekadar berlatih membuat prompt yang efektif," tuturnya.
Sementara itu, Arsito Hidayatullah, yang selain bertindak sebagai trainer adalah juga koordinator program pelatihan ini dari Suara.com, menjelaskan bahwa dari lima workshop yang sudah berjalan, termasuk di Palembang, antusiasme peserta memang cukup tinggi. Hal itu terbukti tidak saja dari registrasi peminat di tiap kota (bahkan luar kota) yang selalu melebihi kuota, namun juga dalam keseriusan peserta dalam menyimak materi-materi dan berinteraksi di tiap pelaksanaan workshop.
"Bahkan di grup percakapan yang kami sediakan untuk peserta tiap kota, pasca-workshop pun selalu banyak interaksi, saling berbagi tips atau hasil uji coba tools yang mereka lakukan. Tentu, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan kami selaku penyelenggara, yang sekaligus menjadi tujuan dari rangkaian workshop ini, bahwa pengetahuan yang kita bagikan ke peserta dapat bermanfaat semaksimal mungkin bagi semuanya," pungkasnya.
Sejauh ini, rangkaian workshop “AI Tools for Journalists” yang dikelola oleh Suara.com dan Local Media Community dengan dukungan Google, masih menyisakan satu penyelenggaraan pelatihan lagi, yaitu di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sesi ini rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan