Beredar konten menyesatkan soal Anies Baswedan yang dikabarkan dekat dengan alilran Kristen Sesat tertentu. Aliran itu kabarnya adalah Alpha Omega.
Namun, setelah ditelusuri, faktanya, komunitas Alpha Omega yang menyambut Anies Baswedan di Papua bukan Alpha Omega yang merupakan aliran Kristen sesat.
Untuk diketahui ternyata banyak nama komunitas Alpha Omega tersebar di Papua dan tidak semuanya merupakan komunitas atau aliran sesat.
Kabar tersebut beredar di media sosial Twitter. Akun yang mengunggah konten menyesatkan itu ialah @CindyEeemilia.
Unggahan itu menampilkan hasil tangkapan layar dari artikel berita yang berjudul, “Anies Akui Dekat Dengan Aliran Sesat Kristen Alfa Omega Papua”. Unggahan oleh akun tersebut juga menambahkan sebuah narasi yang menyatakan bahwa Anies melakukan segala cara demi sebuah kekuasaan.
“BISA DILIHAT SI ONTA YAMAN NGGAK PEDULI ITU APA YANG PENTING DAPAT SUARA SEGALA CARA DEMI KEKUASAAN,” tulis narasi itu disadur Rabu (01/03/2023).
Kekeliruan yang memperjelas konten tersebut menyesatkan ialah soal nama Alpha Omega yang dimaksud di dalam artikel, dengan Alpha Omega tempat Anies Baswedan melakukan kunjungan pada 2022 lalu.
Hasil tangkapan layar pada akun Twitter ini merupakan hasil tangkapan layar dari artikel milik media online katalogika.com yang berjudul, “Anies Akui Dekat Dengan Aliran Sesat Kristen Alfa Omega Papua”.
Artikel ini diketahui telah beredar pada bulan Desember tahun 2022 lalu. Di dalamnya, artikel ini mengungkapkan sebuah klaim yang menyatakan bahwa Anies mengakui dekat dengan sebuah aliran sesat di Alpha Omega di Kabupaten Supiori, Kota Sentani Papua dan diberi nama Yohanes oleh Ondofolo (sebutan Imam di Alfa Omega).
Baca Juga: Ruas Jalan Trans Barelang Batam Amblas karena Hujan Deras
Klaim oleh artikel ini muncul berdasarkan pernyataan dari Ade Armando pada video di sebuah unggahan akun Youtube Channel Cokro TV yang tayang pada 26 Desember 2022. Dalam video tersebut Ade Armando menyatakan bahwa komunitas Kristen Alpha Omega merupakan aliran Kristen sesat.
Mereka berdoa di atas batu yang dipercaya tempat persemayaman Tuhan. Mereka percaya, hubungan badan bukan pasangan suami istri akan meningkatkan ketaqwaan.
Pernyataan itu kemudian menjadi dasar dari timbulnya klaim bahwa Anies Baswedan menerima nama dan dekat dengan aliran Kristen sesat bernama Alpha Omega.
Namun ternyata, selang beberapa hari sejak video dari Ade Armando ini tayang, akun Youtube Channel Cokro TV kemudian mengeluarkan video baru yang diketahui merupakan video klarifikasi dari video sebelumnya.
Dalam tayangan yang berjudul ALFA OMEGA YANG MENERIMA ANIES BUKAN ORGANISASI YANG MENYESATKAN, Ade Armando menegaskan Alfa Omega yang menerima kunjungan Anies bukan gereja yang memiliki aliran sesat.
Dirinya menyatakan, belakangan ia mengetahui kedua gereja itu berbeda dan hanya memiliki nama yang sama setelah diberi tahu sutradara Angga Dwimas Sasongko, yang merupakan keponakan pemimpin Gereja Alfa Omega di Jayapura, Pendeta Robert Nerotumilena.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026