Pelumas seks berfungsi mengurangi rasa sakit pada organ intim wanita saat melakukan penetrasi.
Karena itu memilih pelumas seks tentu harus memerhatikan keamanan kandungan di dalamnya. Mengingat produk ini digunakan pada organ paling sensitif di tubuh kita.
Berikut beberapa tips dalam memilih pelumas seks:
1. Perhatikan Tipe dari Pelumas
Ada tiga jenis pelumas utama yang mencakup pelumas berbasis air, berbasis silikon, dan berbasis minyak. Pelumas berbasis air adalah yang paling umum dan tersedia secara luas.
Aman digunakan dengan kondom dan mainan seks, mudah dibersihkan dan tidak ternoda. Pelumas berbasis silikon berlangsung lebih lama, lebih licin, dan aman digunakan dengan kondom, tetapi tidak disarankan untuk digunakan dengan mainan seks berbasis silikon.
Sedangkan pelumas berbasis minyak tidak dianjurkan untuk digunakan dengan kondom, karena dapat menyebabkannya kerusakan pada kondom. Juga tidak disarankan untuk digunakan dengan seks vagina, karena dapat menyebabkan infeksi.
2. Bahan yang Digunakan
Sangat penting untuk membaca bahan-bahan pada label pelumas untuk memastikan itu aman untuk digunakan. Hindari pelumas yang mengandung nonoxynol-9, yang dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi menular seksual.
Baca Juga: El Rumi Dijodohkan dengan Fuji, Al Ghazali Kasih Pesan Menohok untu Netizen: Tuhan yang Ngatur
Beberapa orang mungkin juga memiliki alergi atau sensitivitas terhadap bahan-bahan tertentu, jadi penting untuk menguji sedikit pada kulit sebelum menggunakannya saat berhubungan seks.
3. PH
Vagina memiliki keseimbangan pH alami yang membantu menjaga kadar bakteri sehat. Menggunakan pelumas yang terlalu asam atau basa dapat mengganggu keseimbangan ini dan meningkatkan risiko infeksi.
Cari pelumas yang seimbang pH, atau yang secara khusus diformulasikan untuk penggunaan vagina.
4. Tekstur dan Konsistensi
Berbagai jenis pelumas memiliki tekstur dan konsistensi yang berbeda. Pertimbangkan tekstur dan konsistensi apa yang paling cocok untukmu dan pasangan.
Misalnya, pelumas yang lebih tebal mungkin lebih baik untuk seks anal, sedangkan pelumas yang lebih tipis mungkin lebih baik untuk seks vagina.
5. Preferensi Pribadi
Beberapa orang lebih suka pelumas yang tidak berbau, sementara yang lain lebih suka pelumas yang memiliki rasa. Pertimbangkan preferensi pribadi dan apa yang akan membuatmu dan pasangan merasa nyaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google
-
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
-
Pengakuan Mengejutkan Mantan Inspektur: Basri Kajang Sebut Dirinya Kekasih Bupati Gowa
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
Yang Tampak Murah Belum Tentu Hemat: Dilema Belanja Kelas Menengah ke Bawah
-
7 Peralatan Elektronik di Dapur yang Paling Boros Listrik, Bisa Bikin Jeglek
-
Arungi Super League 2026/2027, Adhyaksa FC Pindah Bermarkas di Kalimantan
-
Bukan 350 Tahun Dijajah: Membongkar Mitos Besar dalam Sejarah Indonesia