Nasrudin selaku ayah Indah Permatasari mengatakan, bahwa cuma Nursyah yang bermasalah dengan Arie Kriting.
"Sebetulnya kan ibu aja yang bermasalah kan. Kalau saya kan jujur ya namanya orang berpacaran dan sudah niat untuk menikah ya itu harus direstui," kata Nasrudin mengutip tayangan YouTube Cumi Cumi, Jumat (17/3/2023).
Sikap Nursyah kepada menantunya, Arie Kriting, masih terus menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, ibu Indah Permatasari itu dikabarkan masih belum memberikan restu meski putrinya sudah 2 tahun menikah.
Ayah Indah Permatasari mengungkap bahwa awalnya Nursyah tidak memiliki masalah dengan Arie Kriting. Ia bahkan menyebutkan kalau istrinya cenderung suka dan menyambut Arie Kriting dengan baik.
Namun sikap Nursyah berubah ketika Arie Kriting menyampaikan niat untuk menikah dengan Indah Permatasari. Padahal Nasrudin kala itu langsung memberikan restu kepada putrinya untuk dipinang oleh Arie Kriting.
"Awal-awal itu kan ibu sepertinya suka sama Arie, hanya karena Arie maunya pacaran sama Indah, disitulah buat masalah awal pacarannya," ujar Nasrudin lagi.
Nursyah tidak setuju jika Arie Kriting menikahi Indah Permatasari. "Ibu tidak setuju, kalau berteman sih oke," jelasnya.
Berusaha Mendamaikan
Ayah Indah Permatasari, Nasrudin, menyebut pihak keluarga berusaha untuk mendamaikan Nursyah dan Arie Kriting.
Baca Juga: Brigjen Endar Priantoro Ketahuan Doyan Flexing, Berapa Gaji Direktur Penyelidikan KPK?
Hal itu terjadi saat momen pernikahan adik Indah Permatasari, Sinta Mutiara Bella beberapa waktu lalu.
Namun hal itu tidak terwujud lantaran Arie Kriting tidak datang mendampingi Indah Permatasari. Nursyah pun menyebut tidak mau melihat sang menantu.
Nursyah mengaku menghindari Arie Kriting. Agar tidak salah bicara dan menggiring konflik lebih lanjut.
Nursyah sendiri memberikan syarat jika ingin berdamai, yakni agar Indah Permatasari diruqyah dan Arie Kriting melakukan mubahalah di masjid.
Banyak yang menilai bahwa syarat itu terlalu berat, pasalnya mubahalah hampir serupa dengan sumpah pocong yang memiliki risiko besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta
-
Kabar Baik Bagi Warga Bogor! Lebih dari 1.000 Rumah Layak Bakal Dibangun Lewat Aspirasi Gerindra
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
Dari Buruh Pabrik ke Piala Dunia 2026: Cinta Sang Istri Jadi Bahan Bakar Deniz Undav
-
'Kalau Cemas Mending Berbenah!' PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode