Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam yang dianggap sebagai bulan suci. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia berpuasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas yang dianggap membatalkan puasa.
Puasa Ramadhan dianggap sebagai kewajiban bagi setiap Muslim yang sehat dan telah mencapai usia pubertas. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Quran, bersedekah, dan berdoa.
Bulan Ramadhan juga dianggap sebagai waktu yang penting untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, serta meningkatkan kesadaran sosial dan kemanusiaan dengan berbagi dengan orang yang membutuhkan.
Penting untuk mengetahui apa saja persiapan dalam menyambut bulan suci ramadhan:
Melansir NU Online, berikut beberapa hal yang mesti dipersiapkan menjelang bulan ramadhan:
1. Persiapan ruh dan jasad
Rasulullah SAW dan orang-orang saleh tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan ramadan sedikitpun. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya'ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya ramadan.
Anas bin Malik ra berkata: ketika kaum muslimin memasuki bulan Sya’ban, mereka sibuk membaca Al-quran dan mengeluarkan zakat mal untuk membantu fakir miskin yang berpuasa.
Dengan mengondisikan diri pada bulan Sya’ban untuk berpuasa, bersedekah dan memperbanyak ibadah, kondisi ruhiyah akan meningkat, dan tubuh akan terlatih berpuasa.
Maka ketika memasuki bulan ramadan, kondisi ruh dan iman telah membaik, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan ramadan yang mulia dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan.
2. Menyambut ramadan dengan kegembiraan dan kebahagiaan
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa yang artinya: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa ramadan.
Seolah mereka juga memohon: Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan ramadan untukku dan selamatkan aku hingga selesai ramadan.
3. Persiapan materi
Kemudian yang harus kita perhatikan menyongsong bulan ramadan adalah persiapan finansial atau materi.
Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan.
Tapi finansial yang ditujukan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Bulan ramadan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya.
Pahala yang sangat besar akan didapat manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
4. Pengetahuan yang dalam
Puasa ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.
Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat ibadah wajib, maka kita wajib memenuhi dan mempelajarinya.
Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fiqih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, minimal tentang hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.
Pengetahuan yang utuh tentang bulan ramadan akan menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak bahkan membatalkan ibadah ramadan.
5. Dengan doa
Bulan ramadan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk berbuat jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam Lailatul Qadar dan tantangan-tantangan lainnya.
Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdoa agar optimis melalui bulan ramadan.
6. Dengan tekad dan perencanaan (planning) yang matang
Orang-orang saleh terdahulu selalu merencanakan mengisi bulan ramadan dengan cermat dan optimis.
Misalnya berapa kali dia akan mengkhatamkan membaca Al-Quran, berapa kali shalat malam, berapa banyak akan bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, berapa kali menghadiri pengajian dan membaca buku agama.
Itulah perencanaan yang benar mengisi ramadan, jadi bukan hanya sekadar merencanakan menu makan dan pakaian kita untuk ramadan, tapi lebih diarahkan ke perencanaan yang matang untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Legenda Laga Hollywood Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Artinya Apa? Banyak yang Salah, Ini Makna dan Jawaban Benarnya
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
7 Jawaban Sopan Saat Ditanya 'Kapan Nikah' Saat Lebaran, Biar Nggak Canggung
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Bingung Balas Ucapan Minal Aidin Wal Faizin? Ini 5 Jawaban Terbaik dan Penuh Makna