Setelah dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta, Ustaz Das'ad Latif kini dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura.
Hal ini membuat Ustaz Das'ad Latif tidak melakukan dakwah atau kegiatan keagamaan lain. Sudah hampir satu bulan.
Informasi dari kerabat Ustaz Das'ad Latif harus dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Ustaz Das'ad Latif juga perlu penanganan khusus.
Adik ustaz Das'ad Latif mengatakan kondisinya sudah mulai membaik. Setelah dirawat selama lima hari di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.
"Disamping kelelahan karena aktifitasnya, hasil laboratorium ada sedikit masalah pada kesehatan ustadz. Alhamdulillah hari ini (sudah mulai membaik) sudah ditangani sama dokter di sini," ujar Lukman Latif, adik dari dai kondang tersebut yang saat ini berada di RS Mount Elizabeth Singapura.
Menurut petugas kesehatan Rumah Sakit Mount Elizabeth ada infeksi pada paru-paru ustaz Das'ad Latif. Sehingga kesehatannya terganggu.
"Kami mohon doa dari bapak ibu kerabat dan seluruh jamaah agar proses penyembuhan ustadz bisa lebih optimal dan kembali ke tanah air untuk beraktivitas seperti sediakala," kata Lukman.
Sebelumnya ustaz Das'ad latif ke Singapura untuk melakukan cek kesehatan. Karena merasa kelelahan akibat aktivitas yang padat. Termasuk melakukan umrah.
Ternyata setelah diperiksa, kondisinya perlu mendapat penanganan khsusus. Mengharuskan Ustaz Das'ad Latif harus beristirahat total.
Baca Juga: Alternatif Gelandang Keturunan untuk Skuad Shin Tae-yong, Siapa Tau Bisa Dinaturalisasi
Kabar sakitnya ustaz Das'ad Latif diketahui setelah kanal youtube miliknya memuat video singkat tentang kondisinya yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.
"Saya menginformasikan bahwa selama ini saya tidak ceramah sudah hampir 1 bulan karena dalam keadaan sakit. Sehingga tidak bisa lagi (sementara) berdakwah," kata Ustaz Das'ad Latif
Das'ad Latif juga memohon doa kepada seluruh kaum muslim agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa menyambut bulan Ramadan 1444 H.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba