Psikolog klinis dewasa Tiara Puspita, mengatakan bahwa sikap percaya diri merupakan kesan pertama yang penting untuk ditampilkan oleh pelamar kerja pada saat wawancara dengan perekrut.
"Terlepas dari seseorang itu mungkin CV-nya bagus banget atau mungkin cumlaude, nilainya bagus, dan lain sebagainya, tapi, ketika pembawaannya kurang pede itu akan mempengaruhi sedikit banyak dari hasil wawancara yang mereka lakukan," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia, Senin 1 Mei 2023.
Tiara menambahkan bahwa sikap percaya diri memang tidak menjadi faktor penentu pelamar kerja akan diterima. Namun, sikap itu penting ditunjukkan dengan harapan proses wawancara berjalan secara mengalir dan tidak ada kegugupan.
Sikap percaya diri yang diperlihatkan juga sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Yang terpenting, kata Tiara, seseorang benar-benar mengenali isi daftar riwayat hidup (CV) yang ditulisnya dan mampu menjelaskan kemampuan yang dimiliki dengan baik.
"Kalau memang masih gugup juga sebelum wawancara, mungkin bisa lakukan latihan pernapasan dulu. Tarik nafas dan lepaskan napas secara perlahan selama beberapa menit sebelum dipanggil ke ruang wawancara," ujar Tiara.
Latihan pernapasan seperti itu, menurut Tiara, dapat membantu pelamar kerja supaya tidak bersikap gugup dan kaku.
Selain kepercayaan diri, aspek ketepatan waktu pada saat menghadiri sesi wawancara dengan perekrut juga perlu diperhatikan. Setidaknya pelamar kerja sudah berada di lokasi sekitar 10-15 menit sebelum wawancara dimulai, menurut Tiara.
Strategi pengaturan waktu ini penting dilakukan sehingga pelamar memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
"Paling tidak pada saat dipanggil, kita sudah siap dan kita sudah ada waktu untuk mengatur pernapasan. Kita tidak terlihat buru-buru, tidak terlihat ngos-ngosan, dan pada saat dipanggil oleh perekrut tepat waktu, kita juga sudah nyaman dengan situasi di sekeliling kita," kata Tiara.
Baca Juga: Valentino Rossi Ditunjuk Jadi Duta Merek Yamaha
Jauh hari sebelum sesi wawancara diikuti, penting pula untuk berefleksi terhadap diri sendiri terlebih dahulu mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan diri. Di samping itu, tanyakan pula pada orang-orang seperti apa penilaian mereka terhadap kelebihan dan kekurangan diri Anda.
"Misalnya kita bingung, kita bisa tanya langsung sama orang-orang terdekat kita sebetulnya kelebihannya apa, sih, terkait dengan diri kita yang bisa kita kenali yang mungkin kita nggak sadar," ujar Tiara.
Tips dari Tiara, aspek kekurangan yang ada pada diri sendiri juga bisa ditutupi atau dilengkapi dengan kelebihan yang dimiliki sehingga akan tampak lebih seimbang.
Sebagai contoh, seseorang lebih senang bekerja mandiri daripada bekerja secara kelompok. Pelamar kerja mungkin menilai hal itu sebagai salah satu kekurangan diri. Padahal, hal tersebut bisa jadi tidak sepenuhnya dianggap kekurangan.
"'Mungkin karena saya biasa bekerja sendiri, jadi, membutuhkan proses atau waktu yang agak lebih lama untuk bisa menyesuaikan dengan lingkungan, misalnya pada saat saya bekerja secara kelompok. Tapi, di luar itu, saya biasanya cepat dan mandiri'," kata Tiara mencontohkan.
Kekurangan diri, kata Tiara, bisa ditutupi atau digantikan dengan kelebihan yang dimiliki.
Berita Terkait
-
Perjalanan Karier Thomas Djorghi: Pernah Diusir Ayah Sampai Terpaksa Tidur di Emperan jalan
-
Dubes RI Andriana Supandi: Berbatasan Langsung Darat dan Laut, Kerja Sama dengan Papua Nugini Perlu Dipererat
-
15 Tahun Lebih Berkarier, Taeyeon Ngaku Ingin Jadi Sosok Senior Seperti Ini..
-
Wawancara Ekslusif Mario Dandy Dengan Wartawan: Ngapain Juga Saya Mukulin Anak Kecil
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tanpa Ampun, Vietnam Bantai Timor Leste 10-0
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
7 Mesin Cuci Satu Tabung Di Bawah Rp2 Juta, Hemat Listrik dan Awet
-
Striker Andalan Siap 100 Persen, Persib Bandung Percaya Diri Sikat Dewa United?
-
Apa Itu Zero Growth CPNS 2026? Ini Dampak Ngeri Buat Pelamar
-
Kronologi Isu Perceraian Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Mencuat, Berawal dari Konten TikTok
-
Bedak Padat Apa yang Tahan Minyak 24 Jam? Ini 5 Pilihan Biar Gak Bolak-balik Touch Up
-
Laga Tandang ke Sleman, Maxwell Souza Tegaskan Persija Tak Mau Jemawa Lawan PSBS
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Bill Gates dan Obama Mewajibkan Baca Buku Ini! Membedah Rahasia Dominasi Sapiens ala Harari