Ada banyak peninggalan bersejarah dari kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Salah satu peninggalannya itu adalah Singgasana Sultan.
Singgasana Sultan ini masih tersusun rapi di dalam Museum Mulawarman yang berlokasi di Kota Tenggarong, Kalimantan Timur.
Singgasana ini berbentuk 2 buah kursi berwarna kuning yang berada dalam suatu peraduan pengantin Kutai atau disebut juga geta berwarna biru tua.
Kursi itu digunakan sebagai tempat duduk sultan dan permaisuri dengan alas kaki dan penutup berupa kelambu.
Kelambu ini terbuat dari kain beludru berwarna biru yang di dalamnya berlapis kain satin putih.
Sementara di puncak singgasana dihiasi dengan hiasan berbentuk mahkota yang terbuat dari kayu dan di cat warna emas.
Singgasana ini juga dilengkapi dengan payung, umbul-umbul, dan peraduan pengantin Kutai Keraton.
Sementara warna kuning dari kursi singgasana ini menjadi simbol kekuasaan dan status sosial dari sultan yang menjabat.
Hingga kini masyarakat bebas melihat Singgasana yang digunakan saat pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan Raja-raja Kutai sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Suku Kutai di Kaltim, dari Asal Usul hingga Sejarahnya
Sementara itu, selain singgasana sultan, ada banyak peninggalan dari Kerajaan Kutai lain yang ada di dalam Museum Mulawarman.
Di antaranya ada sebuah tempat perpaduan lalu pakaian kebesaran, senjata zaman dahulu seperti tombak dan keris.
Lalu ada juga barang lain seperti kalung, Prasasti Yupa yang terkenal dan juga tenunan dari suku Dayak Benuaq bernama Ulap Doyo serta alat tenun tradisional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026