Es Kuwut merupakan salah satu minuman khas Bali. Buat kalian yang berkunjung ke Bali wajib banget nyobain minuman yang satu ini!
Minuman ini terbuat dari campuran buah-buahan segar seperti nangka muda, kelapa muda, kolang-kaling (atau biji selasih), serta sirup gula merah dan es serut.
Kenapa minuman ini dinamakan kuwut? Kata kuwut dalam Bahasa Bali berarti ‘Kelapa’, jadi karena minuman ini dibuat dengan bahan utama kelapa muda, alhasil diberi nama Es Kuwut.
Selain menyegarkan tenggorokan, es Kuwut ini memiliki filosofi yang dalam. Melansir dari laman aTma Go, Berdasarkan budaya Bali, es Kuwut ini bermakna keseimbangan hingga menjadi warisan budaya.
-Makna Keseimbangan
Es Kuwut menggabungkan berbagai macam bahan yang berbeda, seperti buah-buahan, sirup gula merah, dan es serut. Hal ini mencerminkan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan.
Seperti rasa manis dari sirup gula merah yang seimbang dengan keasaman buah-buahan, Es Kuwut mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.
-Makna Kebersamaan
Es Kuwut sering disajikan dalam acara-acara keluarga atau pertemuan bersama. Minuman ini menggambarkan semangkuk kebersamaan dan keakraban antara anggota keluarga atau teman-teman.
Baca Juga: Alami Benturan Keras, Pemain Timnas Indonesia Sandy Walsh Dikabarkan Cedera Otak
-Makna Kebahagiaan
Es Kuwut adalah minuman sederhana yang memberikan kebahagiaan melalui kelezatan rasanya. Ini mengajarkan kita untuk menghargai kebahagiaan dalam hal-hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
-Warisan Budaya
Es Kuwut merupakan bagian dari warisan budaya Bali. Dalam minuman ini terkandung nilai-nilai dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain di Bali, es kuwut kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Kalian bisa menemukannya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, ataupun Tangerang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT
-
5 Tinted Sunscreen Ringan untuk Dipakai Olahraga Pagi, Nyaman dan Nggak Bikin Gerah
-
Gempa Flores, Perusahaan Tambang Ini Kirim Bantuan Logistik
-
Masjid Agung Kota Kediri: 200 Tahun Berdiri, Meski Berkali-kali Renovasi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino
-
Xiaomi 18 Fold dan 18 Pro Tak Meluncur Bareng, Ini Strategi Baru Lei Jun
-
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Pendapatan Baru
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding