Suara.com - Li Ka-Shing, orang terkaya di Asia mempunyai bisnis baru. Dia menggandeng salah satu pendiri Yahoo, Jerry Yang untuk berinvestasi di bidang telur ayam buatan. Tidak tanggung-tanggung, mereka berdua mengucurkan dana 23 juta dolar Amerika atau sekitar Rp276 miliar.
Dana tersebut diinvestasikan di perusahaan California, Hampton Creek Foods yang memproduksi telur ayam buatan. Kabarnya, Li sudah mencoba langsung telur ayam buatan. Telur itu digoreng dan rasanya hampir sama dengan telur asli.
Menurut Li, produk tersebut akan memenuhi keinginan konsumen terhadap jenis makanan yang efisien, ramah lingkungan dan tetap dengan kualitas yang baik. CEO Hampten Creek Foods Josh Tetric mengatakan, dia tidak tahu siapa Li sebenarnya ketika pertama kali bernegosiasi.
“Saya baru tahu siapa Li setelah menggoggle di internet,” ujar Josh.
Li Ka-Shing adalah pengusaha dari Hongkong dan pemilik dua perusahaan yaitu Hutchison Whampoa Limited dan Cheung Kong Holding. Dia mempunyai kekayaan 28,8 miliar dolar Amerika dan menjadi orang terkaya di Asia. Li menjalankan bisnis terminal container terbesar di dunia. (AsiaOne)
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor
-
Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026
-
Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896
-
Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM
-
BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG
-
Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD