- Seorang pasien BPJS bernama Yurizal meninggal dunia setelah menunggu delapan jam akibat dugaan penelantaran medis.
- Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hidayana mengecam keras diskriminasi layanan kesehatan berdasarkan kelas kepesertaan BPJS.
- Irma menyatakan tragedi tersebut mencerminkan sistem kesehatan nasional yang rapuh dan memerlukan perombakan total segera.
Suara.com - Tragedi memilukan kembali mencoreng wajah layanan kesehatan Indonesia. Seorang pasien BPJS Kesehatan dilaporkan meninggal dunia setelah harus menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan penanganan.
Kasus ini kian viral setelah dugaan adanya perundungan (bullying) oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien mencuat ke publik.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan Masyarakat sekaligus Menteri Kesehatan di Kabinet Bayangan, Irma Hidayana, angkat bicara. Ia mengecam keras segala bentuk diskriminasi dalam layanan medis.
"Kita sangat menyayangkan dan turut berduka cita apa yang telah terjadi kepada almarhum Yurizal, meskipun nakes sudah meminta maaf, perundungan itu dimana mana nggak cuman sektor kesehatan dimanapun tidak bisa diterima," tegas Irma dikutip dari di kanal YouTube Novel Baswedan, Rabu (12/8/2026).
Nyawa Pasien Tak Kenal Kelas BPJS
Irma menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan layanan medis yang setara.
Ia mengingatkan bahwa kondisi kegawatdaruratan medis harus menjadi prioritas utama, bukan status kepesertaan atau kelas iuran BPJS.
"Harusnya pasien kita itu dilayani diberikan pelayanan kesehatan tanpa ada diskriminasi," ucap Irma.
Menurutnya, akses kesehatan adalah hak dasar yang dijamin oleh konstitusi, tepatnya Pasal 34 UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila.
Baca Juga: Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media
Ia menilai, perbedaan kelas tidak boleh menjadi tembok penghalang bagi pasien untuk mendapatkan pertolongan cepat.
“Pasien itu ditangani dengan kegawatdaruratannya, bukan kelas BPJS-nya,” ujar Irma lugas.
Irma kemudian berharap tragedi ini menjadi momentum besar untuk merombak sistem pelayanan kesehatan agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat birokrasi yang kaku.
"Ya kalau dia kelas paling rendah itu bukan jadi pertimbangan, jadi gaperlu waktu tunggu jadi gaada diskriminasi akses pelayanan kesehatan karena itu merupakan hak warga negara," tambahnya.
Tak hanya menyoroti sisi pasien, Irma juga menyoroti perlindungan bagi para tenaga kesehatan.
Ia menilai kasus ini adalah puncak gunung es dari sistem kesehatan yang rapuh, di mana nakes sering kali bekerja dalam tekanan hebat dan lingkungan yang tidak ideal.
Berita Terkait
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia
-
Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media
-
KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun
-
Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan
-
Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun Hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen
-
Link Pendaftaran Merdeka Run 2026 Kemenpora, Dibuka Hari Ini Pukul 17.00 WIB
-
Don Ritto dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Buntut Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Terungkap Sudah 2 Tahun, Perjalanan Cinta Nadya Arina dan Jerome Kurnia yang Awalnya Dirahasiakan
-
3 HP Redmi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Bujet Rp3-4 Jutaan, Performa Juara
-
KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan
-
Viral Kasus Guru Lijan Sinaga: Diupah Rp500 Ribu Kini Terancam 12 Tahun Bui Gegara Tegur Murid
-
Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan