Suara.com - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti menegaskan, dalam 10 tahun terakhir ekspor Indonesia mencapai 400 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp4,6 triliun
Bayu Krisnamurthi mengatakan, nilai ekspor Indonesia yang menembus 400 miliar dolar dalam 10 tahun terakhir merupakan prestasi yang bagus.
"Indonesia mengalami kemajuan ekspor yang sangat baik dalam 10 tahun terakhir mencapai nilai US$ 400 miliar," kata Bayu di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (15/08/2014).
“Jika dilihat dari negara-negara maju, Indonesia memiliki catatan migas dan non migas yang surplus, sedangkan negara maju lain sudah mengalami defisit neraca perdagangan sudah lebih lama dari Indonesia,” kata Bayu di Gedung DPR RI, Jumat (15/8/2014).
"Kita lihat 2 tahun terakhir mengalami surplus," ungkapnya.
Ia menambahkan, volume perdagangan meningkat di mana konsumsi dalam negeri meningkat 65% dari GDP (Grost Domestic Product) yang juga mengalami pertumbuhan.
"Perdagangan kita pun tumbuh luar biasa besar adalah antara 7-14% untuk perdagangan dalam negeri," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi