Investor RI Mulai Lirik Saham AS, Transaksi Aktif Melonjak 6 Kali Lipat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:48 WIB
Ilustrasi Perdagangan saham di Wall Street. [Unsplash].
  • Investor muda Indonesia aktif mendiversifikasi portofolio ke saham perusahaan global AS melalui aplikasi Pluang.
  • Lonjakan minat investasi dipicu oleh rekor tertinggi indeks S&P 500 dalam tiga tahun terakhir.
  • Seluruh transaksi saham asing kini menggunakan skema resmi PALN yang diawasi lembaga berwenang.

Suara.com - Generasi baru investor Indonesia dilaporkan mulai melirik saham perusahaan Amerika Serikat. Mereka aktif melakukan melakukan diversifikasi portofolio ke perusahaan global AS seperti Microsoft, Apple, Google, dan Tesla.

Adapun minat terhadap investasi Saham dan ETF Amerika Serikat melonjak tajam tahun ini menyusul rekor tertinggi indeks S&P 500. Berdasarkan data internal Pluang, selama tiga tahun terakhir jumlah investor saham AS yang bertransaksi aktif setiap bulan meningkat enam kali lipat.

Selain itu, investor pemula di kelas aset ini melonjak hingga 63 kali lipat. Tercatat pula kalau 38 persen investor saham AS di Pluang berasal dari kota sekunder dan tertier.

Total Dana Kelolaan (AUM) Saham dan ETF AS di Pluang telah tumbuh 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Selama kuartal I 2026, sekitar 1 dari 5 investor baru memulai perjalanan investasinya melalui kelas aset ini.

Komitmen jangka panjang para investor juga terbukti kuat, di mana lebih dari 70 persen investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih memegang saham tersebut (hold) hingga hari ini.

Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan mengatakan kalau investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Sebab dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi portofolio lokal, bukan menggantikan.

"Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI) kini menguasai sekitar 45% dari kapitalisasi pasar S&P 500, menurut data Goldman Sachs 2026, menegaskan mengapa akses yang teregulasi ke perusahaan-perusahaan tersebut sangat penting bagi investor Indonesia yang berdiversifikasi secara global agar mereka tidak tertinggal dari potensi pertumbuhan ini," katanya di Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Dari sisi produk, Pluang kini menawarkan akses ke lebih dari 650+ saham dan ETF AS dengan kepemilikan asli dan pecahan saham (fractional ownership).

Pluang juga menyediakan perangkat investasi lanjutan, termasuk Opsi (Options) dan Leverage, untuk investor berpengalaman yang disesuaikan dengan manajemen risiko dan keterbukaan informasi.

Selain itu, Pluang secara penuh telah mentransisikan produk Saham AS dan ETF-nya ke skema Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN) pada tahun 2025.

Skema PALN adalah satu-satunya jalur resmi yang diakui pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi investasi saham asing bagi investor ritel domestik dengan kepemilikan langsung atas saham dasar (underlying shares).

Melalui kemitraan Pluang dengan PT PG Berjangka, seluruh transaksi tercatat resmi di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Transaksi ini dieksekusi di bursa AS melalui Alpaca Securities LLC, pialang anggota FINRA yang diawasi langsung oleh US SEC (Securities & Exchange Commission).

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com